Levi Love

Levi Love ANYTHING GOODNESS

12/06/2026

Shalom, 12 Jun 2026
Ayub 38-39, Mazmur 91, Amsal 12, Wahyu 12 (Done. Amin)
Rhema :
Ayub 39:30 "Atas perintahnyakah rajawali terbang membubung dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?"

Tuhan Harus Dipercaya.
אֱמוּנָה בְּאֵל
Emunah Be'El

Renungan saya.
Melalui Ayub pasal 38-39, Tuhan tidak menjelaskan alasan penderitaan Ayub. Sebaliknya, Tuhan menunjukkan kebesaran dan kedaulatan-Nya atas seluruh ciptaan. Tuhan ingin Ayub belajar bahwa Tuhan tetap layak untuk dipercaya.
Rajawali menjadi gambaran kehidupan umat Tuhan. Ketika badai datang, rajawali tidak membiarkan dirinya jatuh, tetapi memanfaatkan angin untuk terbang lebih tinggi. Demikian p**a umat Tuhan dan para pelayan Tuhan. Kesulitan, penolakan, kekecewaan, dan berbagai pergumulan hidup memang nyata, tetapi tidak boleh menguasai hati dan hidup mereka.
Tujuan umat Tuhan beribadah dan melayani adalah memiliki iman yang tetap teguh dalam segala musim kehidupan. Umat Tuhan boleh mengetahui beratnya keadaan yang sedang dihadapi, tetapi tidak hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran, karena Tuhan menyertai mereka.
Kiranya umat Tuhan memiliki daya juang yang tinggi, tidak mudah menyerah, dan tetap memandang kepada Tuhan. Sebab orang yang percaya kepada Tuhan tidak hidup di bawah keadaan, melainkan dapat terbang di atas keadaan bersama Tuhan yang memegang hidupnya.

Tuhan Yesus memberkati.

12/06/2026

Shalom, 11 Jun 2026
Ayub 35-37, Mazmur 91, Amsal 11, Wahyu 11 (Done. Amin)
Rhema :
Ayub 36:22 "Ketahuilah, Allah itu tinggi dalam kuasa-Nya; siapakah guru seperti Dia?"

PEKERJAAN ALLAH
מַעֲשֵׂה אֵל
Ma'aseh El

Renungan saya.
Dalam perjalanan hidup, umat Tuhan sering meminta agar Tuhan segera mengubah keadaan. Namun melalui perkataan Elihu, Ayub diingatkan bahwa Tuhan bukan hanya sedang mengubah keadaan, melainkan sedang membentuk manusia melalui setiap proses yang diizinkan-Nya.
Ketika mengalami keberhasilan, jangan menjadi sombong. Ketika mengalami kesulitan, jangan menjadi pahit. Tuhan tetap bekerja dalam setiap musim kehidupan. Apa yang terlihat sebagai penundaan, kegagalan, atau tekanan sering kali merupakan ruang kelas Tuhan untuk membentuk karakter, iman, dan ketergantungan kepada-Nya.
Bagi umat Tuhan dan para pelayan Tuhan, sikap yang benar bukanlah mempertanyakan kebaikan Tuhan, melainkan belajar mempercayai pekerjaan-Nya. Guru yang baik tidak selalu memberikan jalan yang mudah, tetapi selalu memberikan proses yang menghasilkan pertumbuhan.
Kiranya umat Tuhan tetap rendah hati saat diberkati, tetap setia saat diuji, dan tetap percaya bahwa Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang baik, bahkan ketika belum dapat dipahami sepenuhnya.

Tuhan Yesus memberkati.

12/06/2026

Shalom, 10 Jun 2026
Ayub 32-34, Mazmur 91, Amsal 10, Wahyu 10 (Done. Amin).
Rhema:
Ayub 33:26 "Ia berdoa kepada Allah dan Allah berkenan kepadanya; Ia mengizinkan orang itu melihat wajah-Nya dengan sorak-sorai, dan memulihkan orang itu kepada kebenarannya."

"Mencari Wajah-Nya"
דּוֹרֵשׁ פָּנָיו
Doresh Panav

Renungan saya.

Dalam penjelasannya kepada Ayub, Elihu mengingatkan bahwa tujuan Tuhan bukan menghancurkan manusia, melainkan memulihkannya. Ketika seseorang merendahkan diri, berbalik kepada Tuhan, dan mencari wajah-Nya, Tuhan berkenan mendengarkan doanya serta memulihkan hidupnya.
Baik umat Tuhan maupun para pelayan Tuhan dapat mengalami musim kejayaan maupun musim ujian. Namun yang terpenting bukanlah keadaan yang sedang dihadapi, melainkan sikap hati di hadapan Tuhan. Apakah hati tetap lembut untuk ditegur? Apakah tetap mencari Tuhan ketika doa belum terjawab? Apakah tetap mengasihi sesama ketika sedang terluka?
Ayub 33:26 mengajarkan bahwa pemulihan dimulai ketika manusia kembali mencari wajah Tuhan, bukan hanya tangan-Nya. Tuhan rindu umat-Nya memiliki hubungan yang intim dengan-Nya dan hidup benar di hadapan sesama.
Kiranya umat Tuhan tidak menjadi pahit ketika diuji dan tidak menjadi sombong ketika diberkati. Tetaplah rendah hati di hadapan Tuhan, setia dalam doa, dan penuh kasih kepada sesama. Sebab mereka yang mencari wajah Tuhan akan menemukan kasih karunia, pemulihan, dan sukacita dari hadirat-Nya.
Tuhan Yesus memberkati.

12/06/2026

Shalom, 9 June 2026
Ayub 29-31, Mazmur 91, Amsal 9, Wahyu 9 (Done. Amin)
Rhema :
Ayub 31:14 Apakah yang akan kuperbuat, kalau Allah bangkit bertindak? Apabila Ia mengadakan pemeriksaan, apakah yang akan kujawab kepada-Nya?

KETIKA TUHAN MENGADAKAN AUDIT KEHIDUPAN.
בָּחַן לֵבָב
Bachan Levav

Renungan saya.
Ayub menyadari bahwa setiap manusia pada akhirnya akan berdiri di hadapan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan hidupnya. Kesadaran inilah yang membuatnya hidup dalam takut akan Tuhan, baik ketika berada di puncak kejayaan (Ayub pasal 29) maupun saat berada di lembah penderitaan (Ayub pasal 30).
Ketika hidup sedang berjaya, umat Tuhan dapat dengan mudah merasa kuat, berhasil, dan tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sebaliknya, ketika ujian datang, Tuhan memperhatikan respons hati umat-Nya. Apakah kasih kepada Tuhan tetap menyala? Apakah kehidupan doa tetap terpelihara? Apakah umat tetap setia melayani dan berjalan dalam kebenaran? Atau merasa keberatan dan kelelahan sebagai murid dan juga memuridkan?
Karena itu, pertanyaan terpenting bukanlah apakah umat sedang berada dalam masa kelimpahan atau masa kesukaran. Pertanyaannya adalah: jika Tuhan mengaudit kehidupan umat-Nya hari ini, apakah Ia menemukan hati yang tetap mengasihi-Nya?
Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus bertanya kepada Petrus sebanyak tiga kali, "Apakah engkau mengasihi Aku?" Pertanyaan itu tidak berhenti pada pengakuan bibir, tetapi dilanjutkan dengan perintah, "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kasih kepada Tuhan harus dinyatakan melalui ketaatan, kesediaan melayani, dan kesetiaan menjalankan tanggung jawab yang dipercayakan-Nya.
Panggilan Tuhan dengan menghadiri pertemuan ibadah-ibadah, mengikuti menara doa atau menerima pengajaran upgrade level rohani disegarkan. Tuhan rindu melihat umat-Nya bertumbuh menjadi pelayan-pelayan-Nya yang setia, yang bersedia menopang bagi gereja, , para pemimpin, keluarga, dan jiwa-jiwa yang membutuhkan pertolongan Tuhan.
Kiranya setiap kesempatan, lawan kata malas, pergunakan waktu, tenaga, talenta, dan materi yang Tuhan percayakan digunakan untuk membangun perkara-perkara yang bernilai kekal. Ketika Tuhan mengadakan pemeriksaan, kiranya umat-Nya didapati tetap setia, tetap menyala dalam doa, tetap mengasihi Tuhan, dan tetap melayani dengan hati yang tulus. Seperti emas yang dimurnikan dalam api, demikianlah iman umat Tuhan akan terbukti murni dan berkenan di hadapan-Nya.

Tuhan Yesus memberkati.

12/06/2026

Shalom, 8 June 2026
Ayub 24-28, Mazmur 91, Amsal 8, Wahyu 8 (Done. Amin)
Rhema :
Ayub 27:18 Ayub menggambarkan kehidupan orang fasik seperti sarang laba-laba dan pondok penjaga yang bersifat sementara. Dari kejauhan tampak ada bentuk dan keindahannya, tetapi sebenarnya rapuh dan tidak memiliki dasar yang kuat.

RUMAH YANG RAPUH.
בַּיִת רָעוּעַ
Bayit Ra'u'a

Renungan saya.
Di dunia ini kita sering melihat orang yang memperoleh kekayaan, kekuasaan, ketenaran, dan pengaruh melalui jalan yang tidak benar. Sekilas mereka tampak berhasil dan sulit tergoyahkan. Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa keberhasilan yang dibangun tanpa kebenaran hanyalah seperti sarang laba-laba—mudah hancur ketika diuji.
Sejarah membuktikan bahwa banyak orang yang membangun kejayaan di atas ketidakjujuran akhirnya kehilangan semuanya. Ada yang jatuh karena kesombongan, tersandung kasus hukum, kehilangan kepercayaan masyarakat, atau mengalami kehancuran yang tidak pernah mereka bayangkan. Apa yang dibangun tanpa dasar kebenaran pada akhirnya tidak akan bertahan.
Sebaliknya, Tuhan memanggil umat-Nya untuk hidup dalam integritas. Mungkin jalan kebenaran tidak selalu mudah dan tidak selalu membawa keuntungan yang cepat. Namun apa yang dibangun di atas takut akan Tuhan memiliki dasar yang kokoh dan bernilai kekal.
Karena itu, jangan iri kepada keberhasilan orang yang memilih jalan yang jahat. Jangan tergoda mengikuti cara-cara dunia yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kejayaan manusia dapat lenyap, tetapi berkat Tuhan atas hidup yang benar akan tetap tinggal. Tetap mendoakan mereka supaya mereka berbalik dari jalan-jalan yang tidak Tuhan sukai, kiranya Tuhan memberi pertobatan kepada mereka.

Tuhan Yesus memberkati.

07/06/2026

Shalom, 7 Jun 2026
Ayub 21-23, Mazmur 91, Amsal 7, Wahyu 7 (Done. Amin)
Rhema:
Ayub 23:10 "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas."

TUHAN MENGETAHUI JALAN HIDUPKU.
יָדַע דַּרְכִּי
Yada Darki

Renungan saya.
Ayub sedang berada dalam masa penderitaan yang sangat berat. Ia kehilangan anak-anaknya, hartanya, kesehatannya, bahkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Dalam pasal ini Ayub mengaku bahwa ia mencari Tuhan ke segala arah, tetapi seolah-olah tidak menemukan-Nya. Namun di tengah kebingungannya, Ayub tetap memegang satu keyakinan: Tuhan mengetahui jalan hidupnya.
Sering kali umat Tuhan mengalami hal yang sama. Kita berdoa tetapi jawaban belum datang. Kita mencari pertolongan Tuhan, tetapi keadaan belum berubah. Pada saat seperti itu, jangan menilai Tuhan dari apa yang kita rasakan. Walaupun kita tidak melihat Tuhan bekerja, Tuhan tetap melihat, mengetahui, dan memegang hidup kita.
Ayub percaya bahwa ujian yang diizinkan Tuhan bukan untuk menghancurkannya, melainkan untuk memurnikannya seperti emas. Demikian juga setiap pergumulan yang diizinkan Tuhan dapat dipakai untuk membentuk iman, ketekunan, dan kedewasaan rohani kita.
Karena itu, tetaplah setia berjalan bersama Tuhan. Jika hari ini jalan hidup terasa berat dan jawaban belum terlihat, percayalah bahwa Tuhan mengetahui setiap langkah kita. Pada waktu-Nya, Tuhan akan menyatakan maksud-Nya yang baik dan membawa kita keluar sebagai emas yang telah dimurnikan.
🙏 "Tuhan, ketika aku tidak memahami jalan-Mu, ajarku untuk tetap percaya kepada-Mu. Murnikan imanku dan tuntunlah aku sampai melihat kebaikan-Mu dinyatakan dalam hidupku. Amin."

Tuhan Yesus memberkati.

07/06/2026

Shalom, 6 June 2026
Ayub 17-20, Mazmur 91, Amsal 6, Wahyu 6 (Done. Amin)
Rhema:
Ayub 19:25A "Tetapi aku tahu: Penebusku hidup."

PENEBUSKU HIDUP.
גֹּאֲלִי חָי
Go'ali Chai

Renungan saya.
Ayub mengucapkan kalimat ini bukan saat hidupnya sedang baik-baik saja, melainkan ketika ia sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia tidak mengerti mengapa penderitaan menimpanya, namun ia tetap berpegang pada satu kebenaran: Penebusnya hidup.
Sebagai umat Tuhan, kita juga sering menghadapi keadaan yang tidak kita pahami. Ada doa yang belum dijawab, sakit penyakit, persoalan keluarga, pekerjaan, atau pergumulan ekonomi. Namun iman Kristen tidak dibangun di atas keadaan yang baik, melainkan di atas Tuhan yang hidup dan setia.
Ayub tidak berkata, "Aku tahu masalahku akan segera selesai." Ia berkata, "Aku tahu Penebusku hidup." Artinya, sekalipun keadaan berubah, Tuhan tetap berdaulat. Sekalipun manusia mengecewakan, Tuhan tetap setia. Sekalipun jalan di depan belum terlihat, Tuhan tetap memegang masa depan kita.
Hari ini kita memiliki pengenalan yang lebih lengkap daripada Ayub, karena kita mengenal Yesus Kristus, Sang Penebus yang telah mati dan bangkit bagi kita. Oleh karena itu, jangan biarkan keadaan mengalahkan iman kita. Tetaplah percaya, tetaplah berdoa, dan tetaplah berjalan bersama Tuhan, sebab Penebus kita hidup dan bekerja bagi kebaikan anak-anak-Nya.
🙏 "Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Penebus yang hidup. Saat aku menghadapi berbagai pergumulan, ajarku untuk tetap percaya kepada-Mu dan berpegang pada janji-Mu. Amin."
✨ "Keadaan dapat berubah, tetapi Penebus kita tetap hidup dan tidak pernah berubah." 🙏📖✨

Tuhan Yesus memberkati.

07/06/2026

Shalom, 5 June 2026
Ayub 14-16, Mazmur 91, Amsal 5, Wahyu 5 (Done. Amin)
Rhema:
Ayub 14: 4A Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi?

Pengharapan di dalam Tuhan.
תִּקְוָה בֵּאלֹהִים
Tikvah Be'Elohim

Renungan saya.

Ayub hidup pada masa yang sangat awal, jauh sebelum Tuhan Yesus datang ke dunia. Ia belum memiliki pemahaman yang lengkap tentang kebangkitan, hidup kekal, dan keselamatan seperti yang kita miliki saat ini melalui Perjanjian Baru.
Dalam penderitaannya, Ayub melihat bahwa pohon yang ditebang masih dapat bertunas kembali, sedangkan manusia yang mati tidak kembali ke kehidupan yang sama. Karena itu ia bergumul dan mempertanyakan makna hidup, penderitaan, dan kematian. Ayub bukan sedang melawan Tuhan, melainkan sedang mencari jawaban dari Tuhan.
Melalui pergumulan Ayub, umat percaya belajar bahwa Tuhan tidak menolak pertanyaan yang jujur dari anak-anak-Nya. Ketika hati umat sedang terluka, bingung, atau tidak memahami jalan Tuhan, umat boleh datang kepada-Nya dengan segala pergumulan.
Namun sebagai umat Tuhan yang hidup setelah kedatangan Yesus Kristus, harus memiliki pengharapan yang lebih besar daripada yang dimiliki Ayub. Melalui kematian dan kebangkitan Kristus, umat mengetahui bahwa kematian bukanlah akhir. Ada kehidupan kekal yang telah disediakan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
Karena itu, jangan menilai Tuhan hanya dari keadaan yang sedang umat percaya alami. Tetaplah percaya kepada-Nya. Jika Ayub tetap berharap kepada Tuhan di tengah keterbatasan pemahamannya, terlebih lagi kita yang telah mengenal Kristus dapat hidup dalam pengharapan yang pasti.
✨ "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati." (Yohanes 11:25)

Tuhan Yesus memberkati.

04/06/2026

Shalom, 4 Jun 2026
Ayub 11-13, Mazmur 91, Amsal 4, Wahyu 4 (Done. Amin)
Rhema:
Ayub 13: 15 "Sekalipun Ia membunuh aku, aku akan berharap kepada-Nya."

Ketika Pertanyaan Dibawa kepada Tuhan
שְׁאֵלָה לִפְנֵי אֱלֹהִים
She'elah Lifnei Elohim

Renungan saya.
Banyak orang mengira Ayub sedang menantang Tuhan dalam pasal ini. Padahal Ayub bukan sedang memberontak kepada Tuhan, melainkan sedang mencurahkan isi hatinya yang terluka. Dalam waktu yang singkat, Ayub kehilangan sepuluh anaknya, seluruh hartanya lenyap, tubuhnya dipenuhi penyakit yang menyakitkan, bahkan istrinya dan sahabat-sahabatnya tidak memberikan penghiburan yang ia harapkan.
Di tengah penderitaan yang begitu berat, Ayub datang kepada Tuhan dengan pertanyaan, kebingungan, dan keluh kesahnya. Ia ingin mengerti mengapa semua itu terjadi. Ayub mengajarkan bahwa menyampaikan perasaan sedih, kecewa, dan pertanyaan kepada Tuhan bukanlah dosa. Tuhan sanggup menerima kejujuran hati umat-Nya.
Sering kali umat Tuhan dan para pelayan Tuhan juga mengalami masa-masa yang sulit. Ada doa yang belum dijawab, pelayanan yang tidak dihargai, sakit penyakit, kehilangan, atau persoalan keluarga yang tidak dimengerti. Pada saat seperti itu, kita boleh datang kepada Tuhan dengan segala pertanyaan kita. Namun jangan berhenti percaya kepada-Nya.
Ayub tetap berpegang pada Tuhan sekalipun ia belum memahami rencana-Nya. Pada akhirnya, Ayub belajar bahwa Tuhan tetap baik, tetap berdaulat, dan tetap bekerja bahkan ketika manusia tidak mengerti jalan-Nya.
Karena itu, jika hari ini ada hal yang terasa tidak adil atau tidak dapat dipahami, curhat kepada Tuhan, bawalah semuanya kepada Tuhan. Bertanyalah kepada-Nya, berdoalah kepada-Nya, dan tetaplah berharap kepada-Nya. Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, bahkan di tengah musim penderitaan yang paling berat sekalipun. "Bertanya kepada Tuhan boleh, meninggalkan Tuhan jangan."

Tuhan tidak marah ketika anak-anak-Nya datang dengan pertanyaan yang jujur, Tuhan justru menghendaki mereka tetap datang kepada-Nya.

🙏 Doa Singkat:
"Tuhan, ketika aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidupku, ajarku untuk tetap datang kepada-Mu. Berikan aku hati yang tetap percaya bahwa Engkau baik dan bahwa rencana-Mu selalu lebih indah daripada yang dapat kupahami. Amin."

Tuhan Yesus memberkait.

03/06/2026

Shalom, 3 Juni 2026
Ayub 8-10, mazmur 91, Amsal 3, Wahyu 3 (Done. Amin)
Rhema :
Ayub 8: 6-7 "Jikalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia sekarang juga bangkit demi engkau dan memulihkan rumah kediamanmu yang benar. Walaupun dahulu permulaanmu kecil, namun akhirnya hidupmu akan sangat berhasil."

Kembali kepada Tuhan untuk Pemulihan hidup.
שׁוּב אֶל־אֱלֹהִים
Shuv El-Elohim

Renungan saya.
Ayat ini mengingatkan bahwa Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa dan Mahaadil. Ketika umat Tuhan menyadari kesalahannya, merendahkan diri, bertobat dengan sungguh-sungguh, dan kembali berjalan dalam kehendak Tuhan, maka Tuhan sanggup membawa mereka kepada pemulihan.
Sering kali ketika menghadapi kesesakan, persoalan, atau pergumulan yang berat, manusia berusaha mencari jalan keluar dengan kekuatannya sendiri. Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa langkah pertama menuju pemulihan adalah datang kepada Tuhan dengan hati yang hancur dan rendah. Pertobatan yang sejati membuka jalan bagi karya Tuhan dalam hidup kita.
Setelah bertobat, umat Tuhan perlu terus membangun hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman setiap hari. Firman Tuhan akan menegur, mengajar, mengoreksi, dan menuntun langkah hidup kita. Dalam doa, kita belajar mencurahkan isi hati kepada Tuhan, sebab Dia adalah Sahabat Sejati yang setia mendengarkan setiap seruan anak-anak-Nya.
Ketika kita terus berjalan dalam pimpinan Tuhan, mungkin masalah tidak langsung hilang dalam sekejap. Namun sedikit demi sedikit Tuhan akan mengurai apa yang kusut, melonggarkan apa yang menyesakkan, meringankan apa yang membebani, dan membuka jalan yang sebelumnya tidak terlihat. Tuhan sanggup mengubah tangisan menjadi sukacita, pergumulan menjadi kesaksian, dan kesesakan menjadi terobosan.
Karena itu, jangan menjauh dari Tuhan saat menghadapi masalah. Justru datanglah lebih dekat kepada-Nya. Bertobatlah, pelajari firman-Nya, bangunlah keintiman dengan-Nya, dan percayalah bahwa Tuhan yang memulai pemulihan akan menyelesaikannya pada waktu-Nya yang sempurna.
🙏 Doa Singkat:
"Tuhan, ajarku untuk selalu rendah hati dan hidup dalam pertobatan. Pimpin aku melalui firman-Mu setiap hari, dan bawalah hidupku kepada pemulihan serta terobosan sesuai kehendak-Mu. Amin." ✨
Tuhan Yesus memberkati.

Address

Gempol Sari
Bandung
40215

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Levi Love posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share