01/02/2023
KIAI ILYAS RUHIYAT
Catatan ringan
Rumah tiga lantai ini, awalnya tidak memiliki tampilan bergaya modern minimalis. Hanya rumah sederhana dua lantai. Lantai atas nya pun, masih menggunakan papan, dan digunakan untuk pemondokan tinggal santri.
"Terpaksa" direnovasi untuk menghadapi Muktamar NU ke-29 di Cipasung, 1-5 Desember 1994, agar bisa menambah daya tampung peserta muktamar.
Rumah ini pemiliknya adalah Kiai Ilyas Ruhiyat, Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung. Kiai santun nan sederhana, yang menjadi Rais Aam PBNU 1994-1999, termasuk menghantarkan Gus Dur menjadi presiden di tahun 1999.
Di halaman rumahya, di tahun 1990-an terdapat Daihatsu Hijet 1000. Mobil operasional untuk aktivitas kesehariannya. Pun saat jadi Rais Aam mobilnya masih tidak berubah.
Saya pertama kali menginjakkan kaki di Pontren Cipasung saat kelas 2 SMP. Diajak Paman, Alm. Kang Maman Ahmad Suparman, aktivis multitalenta. Hebatnya lagi, langsung diajak ke rumah Kiai Ilyas dan diterimanya dengan ramah.
Beres dari rumahnya, Kang Maman bertanya "dicium teu leungeuna (dicium tidak tangannya)"? Saya jawab "tidak". "Bodo, kiai nyaho!" hardiknya. Spontan Saya bilang "Da teu apal (karena tidak tahu), balik lagi ya...". Kang Maman ketus, "teu kudu (tidak usah)".
Awal kuliah beberapa kali silaturahim ngalab berkah ke kediaman Kiai Ilyas, tetap diterima dengan ramah.
Sungguh teladan yang wajib ditiru. Tetap memanusiakan manusia, siapapun tamunya. Adagium "jika kemewahan yang dikejar, tidak akan ada habisnya. Jika kesederhanaan yg ditampilkan tidak ada yg mengalahkan."
Simplex very sigillum, kesederhanaan adalah kebenaran.
Asep Stroberi, Singaparna.
21 Jan 2022, Pukul 20.45.
*Maqam Kiai Ruhiyat (karpet merah), ayah Kiai Ilyas Ruhiyat. Karper hijau, maqam Kiai Ilyas Ruhiyat.