17/01/2023
Pihak keluarga menilai ada kejanggalan dalam insiden tewasnya mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) jurusan Arsitektur bernama Virendy Marjefy Wehantouw (19) saat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) 09.
Kejanggalan itu disebutkan keluarga sebab ditemukan ada luka lebam pada tubuh korban. Luka tersebut ditemukan saat jenazah Virendy dimandikan di Rumah Sakit (RS) Grestelina Makassar, pada Sabtu (14/1/2023).
"Ada beberapa lebam (pada tubuh korban)," Kata ayah Virendy, James saat dihubungi wartawan, Minggu (15/1/2023) malam.
Lebam itu dikatakan terdapat pada bagian punggung, kaki, dan tangan korban. Hanya saja lembam tersebut belum diketahui apa penyebabnya. James mengaku enggan berspekulasi sebab belum ada keterangan medis yang menjelaskan apa penyebab lebam pada tubuh Virendy.
"(keluarga) tapi masih positive thinking. Kalau kita keluarga melihat kondisi tubuh korban tentu ada kecurigaan (ada kekerasan)," sebut James.
Atas insiden tersebut, pihak keluarga korban telah melapor secara resmi ke Polres Maros yang dibuktikan dengan Laporan Polisi (LP) nomor: LP/B/18/1/2023/SPKT/POLRES MAROS/POLDA SULAWESI SELATAN, tanggal 15 Januari 2023. Laporan tersebut terkait dengan dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian.
Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala 09 di kawasan Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) jurusan Arsitektur Unhas Makassar itu bernama Virendy Marjefy Wehantouw (19), ia meninggal dunia saat melintas jalur Maros-Malino. Mahasiswa nahas itu dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/1/2023) malam.
Diteruskan dari Portal Media Id