07/08/2012
BREAKING NEWS II
CEO Persebaya, Gede Widiade marah sekaligus geram karena
ada oknum yang menggunakan nama Persebaya, untuk memuluskan transfer Titus Bonai ke Thailand Premier League, BEC Tero Sasana. Gede mengancam akan mempidanakan kasus ini.
Gede memang membenarkan jika Tibo, sapaan akrab Titus Bonai mendapat surat keluar dari Persebaya untuk pindah ke Thailand. Hanya saja, bukan ia yang membe
rikan surat itu, melainkan ada salah satu oknum yang bermain di kasus ini. "Semua yang berkolaborasi dalam kasus ini, dan menggunakan nama Persebaya harus dipidanakan. Ini namanya melecehkan nama besar Persebaya dengan memanipulasi data,"
kata Gede ketika dikonfirmasi beritajatim.com, Senin (6/8/2012) siang.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Tibodituduh memalsukan status kepindahan dirinya ke BEC Tero Sasana dengan mengaku sebagai pemain Persebaya. Padahal menurut Ketua
Harian Persipura Jayapura La Siya, Tibo Mutiara Hitam itu masih terikat kontrak dengan Persipura hingga September 2012. Kabarnya nama mantan CEO Persebaya, Llano
Mahardika terlibat dalam masalah ini. Lantas apakah Llano yang memberikan surat keluar? Gede tak bisa memastikannya. Yang jelas, menurtu Gede, ada orang yang memanipulasi surat dan mengatasnamakan Persebaya.
"Itu namanya manipulatif, kita bisa tuntut pidana," imbuh Gede. Gede mengancam akan membawa perkara ini ke meja hijau dan
menuntut semua pihak yang terlibat.
"Siapapun itu. Orang PSSI kek, orang LPIS kek, CEO lama kek atau Direktur lama kek. Yang jelas sebagai orang Surabaya dan CEO
Persebaya, saya menuntut perkara ini dipidanakan. Kalau perlu saya sendiri yang menjadi pengacaranya," tegasnya.
"Sebagai orang Surabaya dan CEO Persebaya, saya tidak terima. Memang Direktur Utama kita bukan orang Surabaya, tapi kalau orang
Persebaya tidak mau nuntut, itu orang gendeng," pungkasnya.
((BONARKI))