Ariana Xie

Ariana Xie Gadis Tiongkok
Bisa Berbahasa Indonesia
Bekerja di Beijing

16/08/2026

GEMPITA MERDEKA INDONESIA FAIR 2026 DI BEIJING, TIONGKOK

Jangan lupa Like, Subscribe, Komen dan Share ya, dukungan Anda sangat berarti bagi pengembangan channel Ariana, makasih banyak❤️


0:00-0:33 Pembuka
0:34-04:29 Jajanan Indonesia
04:30-06:24 Pertunjukkan
06:25-14:13 Kerajinan Tangan RI
14:14-16:21 Wawancara
16:22-16:55 Penutup

Hari ini Ariana ikuti gempita merdeka Indonesia Fair 2026🇮🇩Dirgahayu RI!🙌💪
15/08/2026

Hari ini Ariana ikuti gempita merdeka Indonesia Fair 2026🇮🇩
Dirgahayu RI!🙌💪

14/08/2026

Selamat sore teman-teman! Kali ini mari kita kunjungi pusat pengalaman adegan di Haier Smart Home dan melihat produk-produk rumah tangga dengan penggunaan teknologi AI dan IoT ya~

Jangan lupa tinggalkan pesan dan kasih tahu Ariana, mesin rumah tangga yang kalian gunakan di rumahmu itu merek apa? Ada yang pake merek Haier atau AQUA ga?

12/08/2026

Dari Pabrik Kecil di Ambang Kebangkrutan hingga Merek Dunia yang Terkenal – Perjalanan 40 Tahun Haier


Lebih dari 40 tahun lalu, Pabrik Lemari Es Qingdao nyaris bangkrut. Pekerja minum-minuman keras saat jam kerja, buang air besar di bengkel, dan direktur berganti tiga kali dalam setahun. Zhang Ruimin, yang saat itu berusia 35 tahun, dipercaya memimpin pabrik di tengah krisis. Ia meminjam uang untuk menggaji karyawan agar bisa merayakan Tahun Baru, dan dengan tangannya sendiri menghancurkan 76 unit lemari es yang cacat—pukulan palu itulah yang membangunkan kesadaran mutu Haier. Empat puluh tahun kemudian, Haier meraih 17 gelar juara global berturut-turut di industri peralatan rumah tangga, dengan produk yang hadir di lebih dari 200 negara dan wilayah.

Dari pabrik kecil hingga merek dunia—apa yang dilakukan Haier dengan benar? Video kali ini akan mengajak Anda masuk ke kantor pusat Haier, menyaksikan bagaimana sebuah merek asal Tiongkok mengubah nasibnya dalam 40 tahun. Kami juga akan membahas model manajemen unik Haier, "人单合一RenDanHeYi"—bagaimana cara kerjanya membuat perusahaan raksasa ini tetap lincah dan dinamis seperti perusahaan kecil.

09/08/2026

Selamat malam teman-teman, kali ini Ariana ajak kalian cicipi ayam ungkep, kuliner yang sangat terkenal di kota Dezhou, provinsi Shandong.


Ayam Ungkep Dezhou pertama kali diciptakan pada tahun 1692, pada masa pemerintahan Kaisar Kangxi dari Dinasti Qing. Kisahnya bermula dari sebuah kecelakaan saat memasak: seorang pedagang ayam panggang di barat kota Dezhou tidak sengaja memasak ayamnya terlalu lama. Namun, ayam yang keluar dari panci justru mengeluarkan aroma harum yang luar biasa, dagingnya sangat empuk hingga mudah terlepas dari tulang. Setelah terus disempurnakan, muncullah teknik khas "merebus dengan api besar, lalu mengungkep dengan api kecil" — proses memasak perlahan dengan suhu rendah hingga bumbu meresap sempurna dan daging lepas dari tulang. Karena keempukannya yang luar biasa—bahkan saat diangkat dengan tangan, daging langsung luruh dari tulang—makanan ini diberi nama "Ayam Ungkep". Ciri khasnya adalah bumbu rempah meresap hingga ke tulang, dengan daging empuk dan rasa yang gurih. Konon, Kaisar Kangxi pernah memberinya gelar "Keajaiban Negeri Tiongkok".
Yong Sheng Zhai adalah pewaris otentik dari resep Ayam Ungkep Dezhou. Saat ini, Yong Sheng Zhai telah diakui sebagai Merek Dagang Tua Tiongkok, dan teknik pembuatannya masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda Provinsi Shandong.

07/08/2026

Selamat sore teman-teman, dalam video ini, Ariana bawa kalian kunjungi Makam Raja Sulu. Di depan makamnya, terdapat prasasti yang ditulis langsung oleh Kaisar Tiongkok. Keturunannya masih tinggal di tanah ini hingga hari ini, dan telah menjaganya selama 600 tahun.

Yang lebih mengejutkan lagi, raja ini adalah seorang Muslim.

Di Dezhou, Shandong, terdapat sebuah makam raja asing yang satu-satunya di Tiongkok yang terpelihara dengan utuh dan masih dijaga oleh keturunannya hingga hari ini — Makam Raja Sulu. Pada tahun 1417, tiga raja dari Kerajaan Sulu, sebuah kesultanan Islam di Filipina selatan, memimpin rombongan lebih dari 340 orang menyeberangi lautan, menyusuri Kanal Besar Beijing-Hangzhou menuju utara, dan akhirnya tiba di Beijing untuk menghadap Kaisar Zhu Di dari Dinasti Ming.

Dalam perjalanan pulang menyusuri kanal, Raja Timur, Paduka Batara, jatuh sakit dan wafat di Dezhou. Kaisar Ming memakamkannya dengan upacara kebangsawanan layaknya seorang pangeran dan menulis sendiri prasasti makamnya. Permaisuri dan dua putra Raja Timur memilih tinggal di sini untuk menjaga makam, dan Kaisar Ming bahkan memindahkan tiga keluarga muslim dari pemukiman Hui untuk menemani mereka.

Agama Islam di Kerajaan Sulu kuno disebarkan oleh para mubaligh yang datang dari Sumatra, sehingga memiliki ikatan sejarah yang erat dengan Indonesia. Kini, keturunan Raja Timur Sulu telah mencapai generasi ke-22, berjumlah hampir 4.000 orang, dan mereka tetap memeluk agama Islam. Masjid di kompleks makam dan pembacaan doa serta ayat suci yang dilakukan oleh para keturunan setiap tahun menjadi saksi bisu persahabatan yang telah berlangsung selama 600 tahun.

06/08/2026

Halo teman-teman, apa kabar?

Dalam video ini, Ariana ingin ajak kalian mengunjungi Taishan Sports, salah satu perusahaan Tiongkok yang terkenal di bidang olahraga.


Hubungan Taishan Sports dengan Indonesia sangat istimewa. Pada Asian Games Jakarta 2018, Taishan Sports menyediakan puluhan ribu peralatan untuk hampir sepuluh cabang olahraga seperti senam, judo, wushu, dan gulat, serta mengirimkan tim beranggotakan hampir 100 orang. Medali emas pertama Asian Games 2018 — cabang wushu putra — lahir di atas peralatan Taishan. Pada Oktober 2025, Kejuaraan Dunia Senam ke-53 kembali digelar di Jakarta. Taishan Sports menyediakan peralatan senam kompetitif lengkap, dengan peralatan senam serat karbon yang merupakan satu-satunya di dunia yang telah memperoleh seluruh sertifikasi resmi dari Federasi Senam Internasional (FIG).

Pada akhir tahun 2024, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, melakukan kunjungan khusus ke Taishan Sports dan menandatangani perjanjian kemitraan strategis.

Hingga saat ini, Taishan Sports telah menjadi satu-satunya perusahaan di dunia yang pernah melayani Olimpiade Musim Panas, Olimpiade Musim Dingin, dan Olimpiade Remaja, dengan produk yang mencakup lebih dari 200 negara dan wilayah di seluruh dunia

31/07/2026

Selamat malam teman-teman, apa kabar? Kali ini Ariana ingin ngajak kalian kunjungi sebuah perusahaan mesin pertanian yang ada di kota Jining, provinsi Shandong, namanya Jindafeng.


Perusahaan Mesin Pertanian Jindafeng Shandong didirikan pada tahun 1995, berkantor pusat di Distrik Yanzhou, Kota Jining, Provinsi Shandong. Perusahaan ini merupakan perusahaan teknologi tinggi berskala nasional yang berfokus pada penelitian, pengembangan, manufaktur, dan penjualan mesin pertanian. Produk utamanya mencakup mesin pemanen untuk jagung, gandum, padi, kedelai, kacang tanah, serta traktor dan alat pertanian lainnya. Kapasitas produksi tahunan mencapai 20.000 unit, dengan produk diekspor ke lebih dari 80 negara di seluruh dunia.

Pada tahun 2025, Jindafeng menandatangani perjanjian kerja sama dengan BUMN industri pertahanan Indonesia, PT Pindad. Ruang lingkup kerja sama mencakup produksi bersama, manufaktur, integrasi, dan pengadaan strategis di bidang mesin pertanian. Saat ini Jindafeng memiliki pabrik seluas 2.000 meter persegi di Jakarta dengan hampir 100 karyawan lokal. Penjualan traktor telah melebihi 500 unit, dan mesin pemanen padi lebih dari 100 unit.

28/07/2026

Halo teman-teman, apa kabar? Hari ini Ariana ingin ajak kalian kenalin Pedang Terbesar dan Terberat Sejagat Zaman Kuno Tiongkok


Di ruang pameran Museum Yanzhou, terdapat sebilah pedang besi raksasa yang sangat mencolok. Panjangnya 7,5 meter, beratnya 1.539,8 kilogram, dan untuk memamerkannya diperlukan empat tiang kayu besar yang berjajar untuk menopangnya dari ujung atas hingga ujung bawah. Berdasarkan pengukuran dan identifikasi para ahli, pedang ini tidak ada tandingannya di antara pedang-pedang kuno yang pernah ditemukan di Tiongkok, baik dari segi berat maupun panjang. Karena itulah ia dijuluki "Pedang Nomor Satu Sejagat Zaman Kuno Tiongkok". Pedang ini telah ditetapkan sebagai peninggalan budaya nasional tingkat satu dan menjadi koleksi andalan Museum Yanzhou.

Pedang ini dibuat dengan teknik cetakan dari besi tuang. Bilahnya berbentuk pipih belah ketupat, ujungnya runcing membulat, dan gagangnya berbentuk bulat. Pada bagian pangkal pedang terdapat ukiran aksara: "Dibuat pada bulan Februari tahun Kangxi Dingyou oleh Jin Yifeng, Kepala Prefektur Yanzhou". Prasasti ini memberitahu kita bahwa pedang tersebut dicetak pada bulan Februari tahun Kangxi ke-56, yaitu tahun 1717 Masehi, atas prakarsa Jin Yifeng, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Prefektur Yanzhou.

Mengapa pedang penjinak banjir ini tergeletak di dasar Sungai Si? Kisahnya bermula dari sebuah sungai kuno.

Sungai Si mengalir mengitari sisi timur dan selatan Kota Tua Yanzhou. Di bagian selatan kota, sebuah jembatan sepanjang lebih dari 300 meter membentang di atas sungai, menjadi jalur penghubung utama antara tepi utara dan selatan. Setiap musim penghujan tiba, air sungai meluap dengan deras, menghancurkan desa-desa dan merendam ladang-ladang pertanian.

Pada musim panas tahun 1712, banjir besar melanda dan merobohkan tiga lengkungan di bagian tengah Jembatan Selatan. Jin Yifeng, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Prefektur Yanzhou, menyumbangkan gajinya sendiri untuk menggalang tenaga guna memperbaiki dan memperkuat jembatan tersebut, sebuah proses yang memakan waktu lebih dari satu tahun. Setelah jembatan selesai diperbaiki, pada tahun 1717, ia kembali memprakarsai pembuatan pedang besi raksasa ini. Pedang tersebut kemudian dipasang secara vertikal di luar lengkungan tengah jembatan, sebagai sarana untuk "memotong ular naga" dan menaklukkan banjir.

Orang-orang zaman dahulu percaya bahwa Jiao adalah naga air penghasil banjir. Jiao termasuk unsur kayu, yang dalam kepercayaan tradisional Tiongkok ditaklukkan oleh unsur logam (besi). Karena itu, mereka menuang pedang besi yang berat untuk ditempatkan di dalam air, berharap kekuatannya dapat menekan naga air dan mengendalikan bencana banjir.

Sedangkan, pada bagian pelindung pedang, terukir wajah monster melotot dengan alis terangkat bernama "Yazi". Konon Yazi adalah putra kedua dari sembilan putra Naga. Karena sifatnya yang ganas, s**a bertarung dan haus kekerasan, ia sering diukir pada senjata untuk menambah kekuatan magisnya. Maka dalam harapan baik orang kuno, diharapkan Yazi bisa berhasil melawan Jiao yang mengakibatkan banjir parah setempat.

Pedang raksasa ini adalah simbol perjuangan spiritual manusia melawan keganasan alam.

Kini, pedang penjinak banjir ini dipamerkan dengan tenang di ruang pameran "Pedang Nomor Satu di Dunia" Museum Yanzhou, setiap hari menyambut pengunjung dari berbagai penjuru. Di belakangnya mengalir Sungai Si, yang dulu pernah dijaganya. Meskipun bilahnya kini telah berkarat, kemegahannya yang melintasi tiga abad tetap terasa. Pedang ini bukan hanya sebuah peninggalan budaya yang langka, tetapi juga saksi bisu perjuangan manusia melawan bencana alam dengan kebijaksanaan dan keyakinan.

24/07/2026

Selamat malam, teman-teman!


Di Pingdu, Qingdao, ada sebuah kecamatan bernama 新河 Xinhe, terdapat warisan budaya tak benda tingkat provinsi yang bersejarah lebih dari 400 tahun, yaitu Anyaman Xinhe.

Dulu, di akhir Dinasti Ming sampai awal Dinasti Qing, para petani di sini memanfaatkan limbah pertanian, kayak jerami gandum dan kulit jagung, buat dianyam jadi topi, keranjang, dan lain-lain. Awalnya cuma buat dipakai sendiri atau dijual receh. Tapi siapa sangka, 400 tahun kemudian, kerajinan ini bukan cuma jadi warisan budaya takbenda tingkat provinsi Shandong, tapi juga udah ngebentuk industri dengan nilai produksi tahunan lebih dari 3 miliar yuan!

Dari sebatang jerami jadi karya seni, prosesnya nggak main-main: mulai dari pilih bahan, pewarnaan, sampai anyaman, ada puluhan tahapan. Di tangan para pengrajin, jerami biasa disulap pakai lebih dari 30 teknik dan 300 macam kepangan—bisa jadi tas cantik, hiasan rumah, bahkan pernah naik panggung pekan mode internasional dan jadi langganan merek-merek mewah kayak Hermès, Louis Vuitton, sama COACH.

Sekarang, di Xinhe ada lebih dari 20.000 orang yang berkecimpung di industri anyaman ini. Dari sawah ke bengkel, dari rumah-rumah ke ekspor mancanegara, produknya udah tembus lebih dari 50 negara.

Yang lebih keren lagi, sekitar tahun 80-an, ada seorang perantau keturunan Tionghoa dari Indonesia, namanya Jiang Yijiang, yang balik ke Xinhe dan mendirikan pabrik anyaman swasta pertama di sana. Dia nggak cuma bawa modal, tapi juga memadukan teknik dari dua negara. Sejak itu, anyaman Xinhe nggak cuma mendunia, tapi juga kebawa-bawa sentuhan Indonesia. Jadi, sebatang jerami bisa nyebrang lautan dan nyambungkan dua tempat yang jauh banget satu sama lain.

Address

Baoshan
678000

Opening Hours

Monday 08:30 - 20:30
Tuesday 08:30 - 20:30
Wednesday 08:30 - 20:30
Thursday 08:30 - 20:30
Friday 08:30 - 20:30
Saturday 09:30 - 17:30
Sunday 09:30 - 17:30

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ariana Xie posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Ariana Xie:

Shortcuts

Share