28/05/2022
Jangan Putus Asa, Jodoh Adalah Akumulasi Usaha
Oleh : Cahyadi Takariawan
Apakah memahami logika ketemu jodoh itu rumit? Coba pahami logika ketemu rezeki. Apakah rumit?
Manusia wajib berusaha dengan bersungguh-sungguh, secara baik dan benar, agar mendapatkan rezeki yang halal dan berkah. Akumulasi dari berbagai macam usaha, pada dasarnya adalah ‘proposal’ manusia kepada Allah.
Dengan berbagai usaha itu, kita mengirim pesan kepada Allah, “Ya Allah, aku sudah bersungguh-sungguh mencari karuniaMu yang halal di muka bumi, maka tolonglah aku”.
Menjemput jodoh pun demikian. Jangan hanya duduk diam menunggu datangnya pasangan idaman.
Bukan hanya berdoa terus menerus siang dan malam namun tak ada tindakan nyata. Jodoh adalah ketentuan Allah, namun manusia wajib mengupayakan sebab-sebab kedatangannya.
Ada empat hal yang telah Allah tetapkan pada diri setiap manusia sejak sebelum kelahirannya, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya (HR. Bukhari no. 6594 dan Muslim no. 2643).
Ketika mengetahui bahwa rezeki sudah ditetapkan sejak manusia belum lahir, apakah kita tidak perlu bekerja dan berusaha? Tentu saja tidak demikian.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan, ”Janganlah Anda mengatakan ‘rezeki telah tertulis dan terbatasi maka aku tidak akan melakukan sebab-sebab untuk mencapainya’. Karena pernyataan tersebut adalah suatu kelemahan”.
Jadi, teruslah berusaha, jangan berputus asa. Jodoh adalah akumulasi usaha. Allah yang akan menetapkannya.
Selengkapnya –
https://www.kompasiana.com/pakcah/6290978b53e2c35f596b16a2/jangan-putus-asa-jodoh-adalah-akumulasi-usaha