04/09/2025
Nova Widianto memberikan apresiasi besar kepada Chen/Toh atas prestasi mereka.
Chen/Toh tak lupa menyatakan rasa syukur dan terima kasih kepada pelatih asal Indonesia itu atas kepercayaan yang terus diberikan.
Keduanya mengalungkan medali masing-masing ke pundak Nova dalam wawancara setelah seremoni podium.
Pelatih kelahiran Klaten, Jawa Tengah, itu, memang berperan besar dalam menyatukan Chen/Toh kembali. Keduanya tahun ini sempat dipisah karena permintaan mereka sendiri imbas perselisihan internal.
Nova masih ingat momen s**a dan duka yang tak mudah ketika kesabarannya diuji oleh Chen/Toh selama mendampingi mereka sebagai pelatih.
"Sebagai pelatih, kami harus sabar. Tapi sejujurnya, ada saat-saat yang membuat saya marah," ungkap Nova dikutip Bolasport dari New Straits Times.
"Hampir setiap turnamen (mereka) ada masalah. Namun, tugas kami (sebagai pelatih) adalah membimbing dan memberi mereka motivasi."
"Mungkin itulah sebabnya Chen/Toh merasa bersyukur."
"Terlepas dari masalah yang dihadapi, saya selalu ada untuk mendukung dan membantu mereka bangkit kembali," imbuh Juara Dunia dua kali bareng Liliyana Natsir.
Sedikit kilas balik, Nova juga mengungkap hal-hal yang ternyata sempat jadi biang keladi perselisihan Chen dan Toh.
Hal itu tidak lepas dari ekspektasi tinggi mereka yang tidak diimbangi sikap legawa.
"Ada kalanya mereka tidak bisa menerima kekalahan. Mereka merasa harus selalu tampil baik. Hal ini membuat mereka sulit untuk maju," kata Nova.
"(Padahal) saya selalu mengingatkan mereka bahwa kalah itu tidak apa-apa, yang penting terus bekerja keras dan bangkit kembali. Jangan terpaku pada kekalahan."
Setelah akhirnya membuat terobosan besar dan mengubah pola pikir, Nova berharap Chen/Toh menjadikan kesuksesan ini sebagai pelajaran besar.
"Banyak pasangan punya kemampuan, tapi kalau karakter dan kemampuan komunikasinya tidak selaras, mereka tidak bisa jadi juara," ujar Nova mengingatkan.
"Di Paris (Kejuaraan Dunia 2025) mereka menunjukkan ketenan