26/07/2013
Setelah mampu tampil cukup impresif ketika menghadapi Liverpool beberapa hari kemarin, perubahan staff pelatih tampaknya membuat Indonesia mulai dari nol lagi.
Kali ini dengan nama BNI Indonesia All Stars, skuat Merah Putih di bawah asuhan Rahmad Darmawan meladeni tantangan Chelsea di Stadion Gelora B**g Karno, Kamis (25/7), malam.
Hasilnya, Indonesia kembali di permalukan dengan margin skor yang sama dengan saat menghadapi Arsenal. Apabila The Gunners mencukur Indonesia 7-0, Chelsea berhasil membungkam tim tuan rumah dengan skor 8-1, meski permainan Indonesia masih lebih baik kali ini.
Chelsea mendominasi pertandingan sejak awal. Perbedaan kualitas passing pun tampak jelas sejak pertandingan dimulai. The Blues menyudahi paruh pertama dengan keunggulan empat gol melalui tembakan penalti Eden Hazard, dan gol dari Ramires, Demba Ba dan juga John Terry.
Di babak kedua, Chelsea sukses menambah empat gol lagi. Kali ini melalui gol yang disumbangkan oleh Bernard Traore, Ramires, dan dua gol dari Romelu Lukaku.
Indonesia hanya berhasil mencetak satu gol hiburan, aksi individu Greg Nwokolo merepotkan Tomas Kalas dan memaksa bek Chelsea tersebut mencetak gol bunuh diri ke gawang yang dikawal oleh Mark Schwarzer.
Pemain terbaik di pertandingan ini dapat disematkan kepada Ramires, di samping Hazard dan Lukaku yang juga tampil luar biasa. Pemain asal Brasil tersebut mampu memerankan tugasnya dalam membantu pertahanan dan penyerangan dengan sangat baik. Hal tersebut tercermin dalam keberhasilannya mencetak dua gol, dari beberapa peluang emas yang ia dapat.
Dalam membantu pertahanan, ia juga mampu menahan serangan Indonesia dari lini tengah bersama Van Ginkel dan Chalobah, sehingga lini belakang The Blues tidak terlalu mendapatkan tekanan. Bahkan gol Indonesia tercipta sepuluh menit setelah ia meninggalkan lapangan.
Sementara itu, label pemain terburuk disematkan kepada Muhammad Roby. Pemain yang dipercaya mengisi posisi bek kanan tersebut tampil jauh di bawah performa. Ketidakdisiplinan Roby dalam menjaga daerahnya membuat Chelsea sangat leluasa mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan Indonesia di babak pertama.