DESA PASI

DESA PASI DESA PASI* KUTA BARU* KUTA TENGAH* TARA* GAPA

Desa pasi,
Suatu pedesaan di daerah kabuten dairi, Kecamatan, berampu,
yang kini mencapai 5000 KK
Dimana Desa pasi ini sangat di kenal, karena kalau kita lihat di sidikalang kab, dairi,
hanya desa pasilah yang penduduknya semuanya MUSLIM,
Dimana juga desa pasi ini di setiap tahun nya mengadakan turnamen sepak bola,
Tepat di Hari Raya Idul Fitri
PASI CUP

19/03/2024
11/10/2023

Do'kan Saudara-Saudari Kita di Gaza..

Silahkan bagi masyarakat asal Kuta Pasi yang sudah merantau untuk menjalin silaturrahim, agar mengikuti grup Whastapp Pa...
03/10/2023

Silahkan bagi masyarakat asal Kuta Pasi yang sudah merantau untuk menjalin silaturrahim, agar mengikuti grup Whastapp Pasi Ranto

WhatsApp Group Invite

Hadirilah Beramai-Ramai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallalahu Alaihi Wa Sallam tahun 1445 Hijriyah.
03/10/2023

Hadirilah Beramai-Ramai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Sallallalahu Alaihi Wa Sallam tahun 1445 Hijriyah.

Idike medan
27/03/2023

Idike medan

Ise bana pulur
12/03/2023

Ise bana pulur

07/03/2023

Perkembangan SUKU PAKPAK dalam Kurun Empat DEKADE

Oleh : MURSALIM BERUTU

Dalam Era Dekade 70- an Suku Pak pak Masih digolongkan suku yang TERMARJINALKAN (Terpinggirkan) karena Saat itu kita masih sangat Tertinggal dalam segala hal khususnya Dalam PENDIDIKAN Formal.
Masih Jarang kita Menemui Orang Pakpak yang Setara Tamat SMA apalagi Strata Sarjana,dan kita Cenderung Masih FOKUS untuk Mencari ilmu Keturunan NENEK MOYANG kita Dulu ,Semisal Ilmu Kebal,Moccak,imu pemanisan dll.

Di Era 80- an Orientasi Para Orang tua Kita Sudah Berubah Dari Merguru (Mencari ilmu Nenek Monyang) untuk Menyekolahkan Anak anak mereka Menimba Ilmu Formal dan sudah Menyarankan Para Anaknya Yang Tidak sekolah agar Merantau ke Negri Orang.

Artinya Di Era 80-an Suku Pakpak Sudah meningkat dari Kaum MARJINAL ke Kaum Tertinggal.

Namun, walaupun kita sudah sekolah dan Merantau kita masih sebatas Ikut ikutan (tertinggal) Dan belum bisa menunjukkan jati diri karena Baru tahap TRANPORMASI tanpa Dukungan sosial lainnya terutama karena sistim Pemerintahan saat itu Bersifat SENTRALISTIK dimana Kekuasaan sosial Politik Dominasi Pusat .

Tentunya dari Suku Yang Ada Di Sumatra Utara yang mendapatkan perpanjangan Tangan Kekuasaan Dari Pusat di Dominasi Oleh suku TOBA,KARO,SIMALUNGUN DAN MANDAILING.IItu mkanya Saat itu tidak sedikit yang mengganti Marganya agar bisa menjadi PNS dan instansi Lainnya,misalnya BERUTU menjadi SINAGA,TINAMBUNAN menjadi Simbolon DLL Agar bisa Mendapatkan Akses peluang untuk menjadi PEGAWAI NEGERI ,Instansi lain Dan sebagainya.

Di Era 90 -an Dari ORIENTASI sekolah Formal dan Merantau Meningkat MENJADI SUATU BUDAYA(Suatu Keharusan) untuk menyekolahkan Anak Anaknya.

Karena telah menjadi Stigma di masyarakat keluarga yang menyekolahkan Anak anaknya menjadi Suatu Marwah Kebanggaan dalam keluarga Suku Pak Pak.dan bila anaknya Tamat sekolah agar di sarankan MERANTAU.(Ulang dak Merlek I Kuta).

Artinya di Era tahun 90 an kita sudah membudayakan menyekolahkan Anak dan Merantau karena melihat suku lain,Bahwa Barometer Keberhasilan adalah Sekolah dan Merantau.

Di Era tahun 2000 -an kita bisa melihat Perkembangan Suku Pakpak Sudah hampir Setara dengan Suku suku lain. Karena para Generasi Muda suku Pakpak mampu Berkompetisi dalam segala hal ,termasuk dalam hal Penerimaan Pegawai INSTANSI yang Kategori EKLUSIF semisal,AKMIL,AKPOL,STPDN dll karena Buah Dari Dorongan Budaya Sekolah sebelumnya.

Termasuk Para Perantau sudah banyak yang dikategorikan berhasil Karena telah Bisa Bersaing di tempatnya masing masing.

Dalam Pemerintahan Daerah Kabupaten Dairi dan PakPak Bharat juga Di berikan Kewenangan Untuk Menata Pemerintahanya sendiri Berkat Amanat OTONOMI DAERAH dimana Pada saat itu Peluang Genenerasi Muda Suku Pakpak untuk Menjadi PNS Relatif Mudah.

Namun Pada era 2000 - An Kita Masih Tahap transisi Dari Hegemoni Kekuasaan Sentralistik kepada Otonomi Daerah dimana kita belum sepenuhnya Menunjukka jati diri Secara Berdaulat Khusunya Bidang budaya. kita masih Malu malu kucing untuk Menunjukkan Jati Diri Suku Kita(Belum percaya diri MENJUJUNG LUPO)

Di Era Tahun 2010-an Semangat Fanatisme atas Nama Suku Pakpak semakin mengental diantara sesama Masyarakat khususnya Generasi Penerus karena Ditunjang oleh pendidikan yang Memadai, SUPORT yang Tinggi dari Perantau ditambah lagi Generasi Baru yang telah menjadi PNS buah dari OTONOMI DAERAH tsb.

Namun semangat Fanatik atas nama Suku Masih Sebatas dari Kalangan Masyarakat Pakpak Itu sendiri,
Belum sepenuhnya di sokong Oleh Pemerintah Setempat.
Kalau pun Pemerintah Membuat Acara Budaya Setiap Tahun yaitu PESTA NJUAH NJUAH di DAIRI dan PESTA OANG OANG DI PAKPAK BHARAT hanya Sebatas ACARA RUTINITAS FORMALISTIK untuk Menghargai Suku Pakpak.

Artinya Saat itu Pesta BUDAYA hanya Besifat " MARPESTA KUMERNA LOT BUDAYA SUKU PAKPAK " (Menghargai Suku Pakpak saja) dimana Pesta Budaya hanya di Meriahkan oleh pihak Pemerintah dan kita sendiri Suku Pakpak belum sepenuhnya disemarkkan oleh Semua komponen ELEMEN Masyarakat lintas suku.

Di Era 2020 an Suasana Kebatinan Atas Nama Fanatisme suku Pakpak tidak terbendung lagi .

DiBuktikan Pada Saat Pesta Njuah Njuah Dan Pesta Oang Oang Tahun 2022 Kemarin Hampir semua Komponen ELEMEN Masyarakat Lintas Golongan dan Suku yang Berada di DAIRI dan PAKPAK BHARAT Ikut Berpartisipasi Merayakan Pesta Tahunan Tsb.

Artinya Dari sebelumnya "MERPESTA KUMERNA BUDAYA"Sudah beralih menjadi "KIPESTAKAN BUDAYA PAKPAK" dimana bisa Kita lihat dalam Acara Tersebut sudah sangat Menonjolkan TATA CARA ADAT ISTIADAT BUDAYA SUKU PAKPAK,Mulai dari TERTIB ACARA,Para Peserta Undangan Hampir semua mengenakan Baju PAKPAK dan Simbol simbol Budaya Suku Pakpak Lainnya.

( Mbereng nama Krina.. )

Konvoi Pawai Lintas Instansi semuanya menunjukkan simbol simbol budaya Pakpak dll, Yang intinya SEMARAK PESTA BUDAYA DI DAIRI dan DI PAKPAK BHARAT Tahun kemarin sudah Menampakkan HARKAT,MARWAH dan MARTABAT JATI DIRI BUDAYA SUKU PAKPAK yang kalau saya bisa simpulkan kita suku PakPak Sudah EKSIS dari MENJUJUNG LUPO Menjadi PETUDUHKEN LUPO khususnya Di Kampung Halama Sendiri.
-----------+++----+++---+++----

Catatan ;
Seyogianyalah Kita sebagai Suku Pakpak Dimanapun Berada saatnya Mensuport , Menjaga dan merawat Momen Sejarah BANGKITNYA JATI DIRI BUDAYA SUKU PAKPAK dengan Berpartisipasi Aktif setidaknnya Kita Masing Masing Suku Pakpak Harus Memiliki Simbol simbol Budaya Pakpak semisal Baju Pakpak dll disetiap keluarga Kita.

Harus mebudayakan Merkata Pakpak Dan jangan Malu Belajar Atas Budaya dan Adat PakPak.

Dengan kita Memulai Memakai simbol simbol Budaya Suku Pakpak Otomatis kita telah Berkontribusi Nyata dalam Penguatan Budaya Pakpak Baik Dalam Keluarga Maupun di Masyarakat sosial.

Minimal di stiap acara suku Pakpak Kita Akan mebiasakan MENGENAKAN Baju ADAT SUKU PAKPAK,Bahasa Pakpak,Adat PakPak dan Pada saatnya nanti kita Akan Percaya diri dan bangga untuk Menunjukkan Simbol simbol Budaya Tersebut kepada Suku Orang lain sebagai Kampanye menunjukkan JATI DIRI SUKU PAKPAK dari "MENJUJUNG LUPO menjadi PECIDAHKEN LUPO".................................

CATATAN SAYA:
Bahwa dalam kurun waktu 4 Dekade Kita Suku Pakpak Sudah Bisa menempatkan diri SETARA dengan Suku Suku Lain Di NUSANTARA ini.
Berarti Perkembangan Suku Pakpak Sangatlah SIGNIFIKAN dibandingkan Dengan Suku Lain yang telah merintis Perkembangan Suku Mereka dari Jaman Kemerdekaan dan sebelum Merdeka.

Kesimpulan..

Saatnyalah kita..:

Bangga Dengan Suku Pakpak.

Bangga dengan Budaya Pakpak

Bangga dengan Kata Pakpak .................................

Njuah Njuah..
Oang..oang..oang..

Lias Ate.

Perjuma juma DESA PASI
07/06/2022

Perjuma juma

DESA PASI

DESA PASI
07/06/2022

DESA PASI

Address

Desa Pasi
Sidikalang
22251

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DESA PASI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to DESA PASI:

Share