HMMA Bahuyudha Suryenglaga

HMMA Bahuyudha Suryenglaga Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from HMMA Bahuyudha Suryenglaga, Martial Arts School, Kasatriyan Dalem Suryenglagan, Muntilan.

HMMA (Historical Mataram Martial Arts) adalah institusi dan lembaga yang mewarisi keilmuan kesatriaan Mataram melalui garis keturunan dan keilmuan dari trah Suryenglaga

28/05/2026

Dalam Kitab 𝗕ð—Ūð—ĩð˜‚ð˜†ð˜‚ð—ąð—ĩð—Ū ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—ēð—ŧð—īð—đð—Ūð—īð—Ū dituliskan ð˜Ūð˜Ēð˜ģð˜Đð˜Ē𝘭ð˜Ēð˜Đ atau tingkatan ilmu Kasatriyan ke - 5 adalah ð—Ķð—Ū𝘁ð—ŋ𝘆ð—Ūð—ŧð—ķ ð—Đð—Ū𝗷ð—ŋð—Ū. Yaitu segala macam senjata atau perisai yg di pegang oleh tangan kiri dan berbagai macam ð˜Ģð˜Ēð˜Ŧð˜ķ ð˜ŧ𝘊ð˜ģð˜Ēð˜Đ (pelindung)

Senjata di tangan kiri seperti 𝘎ð˜Ēð˜Ūð˜ąð˜Ē𝘎, ð˜ĩð˜ķð˜ļð˜Ē𝘭ð˜Ē𝘎, ð˜Ģð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ē𝘎 dan pedang pendek lainnya disebut ð—Ķð—Ūð—ŧ𝗷ð—Ū𝘁ð—Ū 𝗕ð—Ūð—ŧ𝘁𝗞ð—ŧ

Segala macam perisai yg dipegang tangan kiri disebut sebagai 𝗚ð—Ū𝗚ð—Ūð—ŧ 𝗧𝘂ð—đð—Ūð—ļ

Segala macam baju zirah atau pelindung disebut sebagai 𝗔ð—īð—ē𝗚ð—Ūð—ŧ 𝗧𝘂ð—đð—Ūð—ļ

ðŸ“Ģ ð˜ŋ𝙞ð™Ļð™˜ð™Ąð™–ð™žð™Ē𝙚𝙧 ðŸ“Ģ

𝘛ð˜Ķ𝘎ð˜Ŋ𝘊𝘎 ð˜ąð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ļð˜ķð˜Ŋð˜Ēð˜Ēð˜Ŋ ð˜ąð˜Ķð˜ģ𝘊ð˜īð˜Ē𝘊 ð˜ķð˜Ŋð˜ĩð˜ķ𝘎 ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ𝘎𝘊ð˜ī ð˜ąð˜Ēð˜Ŋð˜Ēð˜Đ ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜ąð˜Ķð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ĩð˜Ē𝘭ð˜Ēð˜Ū 𝘷𝘊ð˜Ĩð˜Ķ𝘰 𝘊ð˜Ŋ𝘊 ð˜Ĩ𝘊𝘭ð˜Ē𝘎ð˜ķ𝘎ð˜Ēð˜Ŋ 𝘰𝘭ð˜Ķð˜Đ 𝘰ð˜ģð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜ĩð˜Ķð˜ģ𝘭ð˜Ēð˜ĩ𝘊ð˜Đ ð˜Ĩ𝘊 ð˜Ģð˜Ēð˜ļð˜Ēð˜Đ ð˜ąð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜ļð˜Ēð˜īð˜Ēð˜Ŋ 𝘐ð˜Ŋð˜īð˜ĩð˜ģð˜ķ𝘎ð˜ĩð˜ķð˜ģ 𝘈ð˜Đ𝘭𝘊 𝘏𝘔𝘔𝘈

𝘗𝘭ð˜Ķð˜Ēð˜īð˜Ķ ð˜Ĩ𝘰ð˜Ŋ'ð˜ĩ ð˜ĩð˜ģ𝘚 ð˜ĩð˜Đ𝘊ð˜ī ð˜Ēð˜ĩ 𝘏𝘰ð˜Ūð˜Ķ..

26/05/2026

Dalam Kitab 𝗕ð—Ūð—ĩð˜‚ð˜†ð˜‚ð—ąð—ĩð—Ū ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—ēð—ŧð—īð—đð—Ūð—īð—Ū setelah marhalah ð—Ĩð—Ū𝗷ð—Ū ð—Đð—Ū𝗷ð—ŋð—Ū atau tombak, Marhalah pelajaran Kasatriyan selanjutnya adalah 𝗞𝘀ð—Ū𝘁ð—ŋð—ķ𝘆ð—Ū ð—Đð—Ū𝗷ð—ŋð—Ū. Yaitu berbagai macam jenis pedang atau senjata tajam yang dipegang dengan tangan kanan

Dalam 𝗊ð—Ūð—ŋð—Ūð—ĩ 𝗞ð—Ū𝘄ð—ŋ𝘂ð—ĩ 𝗕ð—Ūð—ĩð˜‚ð˜†ð˜‚ð—ąð—ĩð—Ū, Dikenal berbagai macam jenis pedang

𝟭) ð—Ģð—ēð—ąð—Ūð—ŧð—ī ð—Ķð—ķð—ŧð—īð—Ūð—ŧð—ēð—īð—Ūð—ŋð—Ū
𝘗ð˜Ķð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ģð˜Ķð˜ģð˜Ēð˜ĩ ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜ąð˜Ēð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ 𝘚ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ĩð˜Šð˜ąð˜Ķð˜Ļð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ 𝘎ð˜Ķð˜Ĩð˜ķð˜Ē ð˜ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ

ðŸŪ) ð—Ģð—ēð—ąð—Ūð—ŧð—ī ð—Ķ𝘆ð—Ū𝗚𝘀ð—ķð—ŋ ð—ąð—Ūð—ŧ 𝗞ð—ēð—đð—ē𝗷
𝘗ð˜Ķð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ 𝘭ð˜Ķð˜Ŋð˜Ļ𝘎ð˜ķð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜ąð˜Ēð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ 𝘚ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ĩð˜Šð˜ąð˜Ķð˜Ļð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜īð˜Ēð˜ĩð˜ķ ð˜ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ

ðŸŊ) ð—Ģð—ēð—ąð—Ūð—ŧð—ī ð—Ķð—Ūð—Ŋð—ē𝘁 ð—ąð—Ūð—ŧ ð—Ķð˜‚ð—ąð˜‚ð—ļ
𝘗ð˜Ķð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜ąð˜Ķð˜Ŋð˜Ĩð˜Ķ𝘎 𝘎ð˜Đð˜Ēð˜ī 𝘔ð˜Ēð˜ĩð˜Ēð˜ģð˜Ēð˜Ū

Masing - masing mempunyai teknik spesifik dan dipakai untuk kegunaan spesifik sesuai ð˜Ĩð˜Đð˜Ēð˜ąð˜ķð˜ģ atau anatomi fisik pedang

Pasukan kavaleri berkuda biasanya memakai pedang lengkung yang panjang semacam 𝘒ð˜Ķ𝘭ð˜Ķð˜Ŧ, 𝘚𝘚ð˜Ēð˜Ūð˜ī𝘊ð˜ģ atau 𝘚ð˜Ēð˜Ģð˜ģð˜Ķ gaya Eropa

Untuk pasukan Infanteri biasanya setelah bertarung dengan senjata api disusul pertarungan jarak menengah dengan tombak. Setelah jarak tempur semakin rapat dan tombak panjang sudah tidak efektif, Maka pasukan Infanteri akan memakai pedang pendek dalam pertempuran jarak rapat yang keras dan brutal

Setelah seorang 𝘒ð˜Ēð˜īð˜Ēð˜ĩð˜ģ𝘊𝘚ð˜Ē dilatih berpedang sampai mahir di darat (𝘰ð˜Ŋ ð˜Ļð˜ģ𝘰ð˜ķð˜Ŋð˜Ĩ) Barulah dilatih untuk bertarung menggunakan pedang di atas kuda (ð˜Đ𝘰ð˜ģð˜īð˜Ķ ð˜Ģð˜Ēð˜Ī𝘎)

24/05/2026

ð—Ĩð—Ū𝗷ð—Ū ð—Đð—Ū𝗷ð—ŋð—Ū (ð—Ĩð—Ū𝗷ð—Ū ð—Ķð—ēð—ŧ𝗷ð—Ū𝘁ð—Ū)
𝗧ð—Ē𝗠𝗕𝗔𝗞

Dalam Kitab 𝗕ð—Ūð—ĩð˜‚ð˜†ð˜‚ð—ąð—ĩð—Ū ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—ēð—ŧð—īð—đð—Ūð—īð—Ū disebutkan bahwa senjata utama para Kesatria Mataram adalah Tombak

Pasukan kavaleri berkuda dalam Perang Diponegoro 1825 - 1830 bersenjatakan tombak, pedang panjang dan senapan laras panjang dan pendek

Pasukan infanteri sebagian bersenjata api dan sebagian lagi bersenjatakan busur panah. Kebanyakan dari mereka adalah pengguna tombak panjang khas Mataraman seperti ð—Ģð—ēð—ī𝗞ð—ŧ, ð—Ģð—Ūð—ŧ𝘂ð—ŋ𝘂ð—ŧð—ī dan 𝗊ð—Ūð—ĩ𝗞𝘀 sebagai ð˜Ūð˜Ē𝘊ð˜Ŋ ð˜Ģð˜Ēð˜ĩð˜ĩ𝘭ð˜Ķ ð˜ļð˜Ķð˜Ēð˜ąð˜°ð˜Ŋ, Sedangkan pedang pendek atau keris sebagai ð˜īð˜Ķð˜Ī𝘰ð˜Ŋð˜Ĩð˜Ēð˜ģ𝘚 ð˜ļð˜Ķð˜Ēð˜ąð˜°ð˜Ŋ

Tombak disebut sebagai ð—Ķð—Ūð—ŧ𝗷ð—Ū𝘁ð—Ū ð—”ð—šð—―ð—ķð—đð—Ūð—ŧ atau senjata utama inventaris dari institusi kemiliteran resmi Kesultanan Mataram.

Latihan tombak wajib diajarkan kepada para Kesatria Mataram setiap pekan dalam 𝗚ð—đð—Ūð—ąð—ĩð—ēð—ŧ ð—Ķð—ē𝘁𝗞ð—ŧð—Ūð—ŧ setiap hari Sabtu

Latihan tombak darat disebut 𝗊ð—Ū𝘁ð—Ūð—ŧð—īð—Ūð—ŧ

Dan

Latihan tombak berkuda disebut ð—Ķð—žð—ąð—žð—ŋð—Ūð—ŧ

ðŸ“Ģ 𝗗ð—ķ𝘀𝗰ð—đð—Ūð—ķ𝗚ð—ēð—ŋ ðŸ“Ģ

Sodoran berkuda merupakan adegan yang berbahaya jika dilakukan tanpa baju pelindung dan pengawasan dari instruktur ahli

𝘚𝘰, 𝘋𝘰ð˜Ŋ'ð˜ĩ ð˜ĩð˜ģ𝘚 ð˜ĩð˜Đ𝘊ð˜ī ð˜Ēð˜ĩ 𝘏𝘰ð˜Ūð˜Ķ..

22/05/2026

Diantara banyak jenis Nasl / Point / Mata Panah yang termaktub dalam Kitab Bahuyudha, Ada yang disebut mata panah '𝘗ð˜Ēð˜ī𝘰 𝘗ð˜Ēð˜ĩ𝘊' atau '𝘞ð˜ķ𝘭ð˜Ēð˜Ŋ 𝘛ð˜ķð˜Ūð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ļð˜Ē𝘭'

Panah ini digunakan untuk memotong tali - temali dan yang lainnya. Panah ini di desain untuk tidak berputar saat terbang menuju sasaran

Ini dibutuhkan keilmuan khusus tentang pemilihan jenis bulu unggas apa dan bagian mana yang dipakai sebagai Fletching / Risy / 𝘚ð˜Ķð˜ļ𝘊ð˜ļ𝘊

Atau adakah bahan lainnya yang bisa dipakai agar panah tidak berputar saat diluncurkan

Bisa dibayangkan bila panah berputar ketika hampir memotong sasaran jadi malah meleset ke samping beberapa cm

📝 𝗖ð—Ū𝘁ð—Ū𝘁ð—Ūð—ŧ
𝘝𝘊ð˜Ĩð˜Ķ𝘰 𝘊ð˜Ŋ𝘊 ð˜Ĩ𝘊ð˜Ēð˜Ūð˜Ģ𝘊𝘭 ð˜īð˜Ķ𝘎𝘊ð˜ĩð˜Ēð˜ģ 7 (ð˜ĩð˜ķð˜Ŧð˜ķð˜Đ) ð˜ĩð˜Ēð˜Đð˜ķð˜Ŋ 𝘭ð˜Ē𝘭ð˜ķ ð˜Ĩ𝘊ð˜Ūð˜Ēð˜Ŋð˜Ē 𝘉.𝘔 𝘏ð˜Ēð˜Ĩ𝘊 𝘚ð˜ķð˜ģ𝘚ð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜Ūð˜ąð˜Ķð˜ģð˜Ēð˜Ļð˜Ē𝘎ð˜Ēð˜Ŋ ð˜ĩð˜Ķ𝘎ð˜Ŋ𝘊𝘎 ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ķð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘎 ð˜Ūð˜Ēð˜ĩð˜Ē ð˜ąð˜Ēð˜Ŋð˜Ēð˜Đ ð˜ļð˜ķ𝘭ð˜Ēð˜Ŋ ð˜ĩð˜ķð˜Ūð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ļð˜Ē𝘭

19/05/2026

Dalam Kitab 𝗕ð—Ūð—ĩð˜‚ð˜†ð˜‚ð—ąð—ĩð—Ū ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—ēð—ŧð—īð—đð—Ūð—īð—Ū

Tingkatan atau Marhalah ilmu Kasatriyan pertama adalah ð—Ĩð—Ūð—ŧð—ķ ð—Đð—Ū𝗷ð—ŋð—Ū atau ð—Ļ𝗚𝗚𝘂𝘀𝘀ð—ķð—đð—Ūð—ĩ

RATU atau IBU segala senjata

Ia adalah senjata jarak jauh pada zamannya

Pada zaman perang Jawa 1825 - 1830 baik prajurit kompeni maupun Laskar Diponegaran sudah mengenal dan memakai senjata api seperti 𝘧𝘭𝘊ð˜Ŋð˜ĩ𝘭𝘰ð˜Ī𝘎ð˜ī / bedil dan ð˜īð˜Ēð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜ĩð˜Ē𝘭𝘊ð˜ĩ / ð˜īð˜Ēð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜ĩð˜Ē ð˜Ē𝘭𝘊ð˜ĩ bahkan sampai meriam sebagaimana ditulis dalam Babad Diponegoro dalam serat Kidung Suryenglaga dan dalam catatan catatan ekspedisi militer kompeni.

Pada perang Jawa, Busur dan panah sudah tidak lagi dominan. Tetapi sebagian Laskar Diponegaran masih memakai busur dan panah karena senjata api waktu itu adalah teknologi perang yang mahal dan tidak semua bisa memproduksi atau membeli senjata api

Kompeni yang jahat tapi pintar mana mungkin mau menjual senjata api kepada Laskar Diponegoro untuk menembaki pasukan mereka sendiri

Dan sampai sekarang pun ilmu tentang senjata api masih ð˜ī𝘊ð˜Ŋð˜Ķð˜Ŋð˜Ļ𝘎ð˜Ķð˜ģ (dirahasiakan) dan dilarang untuk masyarakat umum

Oleh sebab itu di HMMA, Rani Vajra yang kira bahas hanya busur dan panah yang sudah menjadi sarana peninggalan budaya sekaligus alat olahraga

Berikut ini kita tampilkan sebagian arrow head / mata panah atau 𝗕ð—ēð—ąð—ĩ𝗞ð—ŋ kuno koleksi Gedhong Pusaka Kasatriyan Dalem Suryenglagan.

Seorang pemanah bila ilmunya bersanad, Maka harus memiliki guru pemanah, Gurunya guru (kakek guru) sampai gurunya kakek guru (buyut guru) yang mereka semua adalah seorang pemanah.

Inilah bukti panah dari guru, kakek guru dan buyut guru kami yang berantai sambung menyambung ke asal nun jauh disana

14/05/2026

Di tahun 2015 saat berusia 40 tahun, B.M Hadi surya mendapat izin untuk mengangkat murid dari luar keluarga atau disebut 'Duryatsana'

Yang pertama dilatih adalah santri ikhwah dan asatidzah dari Ponpes Minhajussunnah, Muntilan.

Lalu dilanjutkan empat murid takhosus :

1. Muhammad Ali Al Makassari
2. Haris Angga Wirastawan
3. Edwin Adistya Insafi
4. Sigit Panuntun

Pada tahun 2017 terjadi pertemuan antara ketua umum KPBI (Komunitas Panahan Berkuda Indonesia) Chief Irvan Pani Mappaseng dan Bapak Alda Amtha dengan Amir Silah dan para sesepuh Kasatriyan Dalem Suryenglagan

B.M Hadi Surya diangkat sebagai guru besar KPBI dan pada tahun 2017 mengangkat murid angkatan pertama dari KPBI yang diberi nama BULKIYO

1. Bambang Minarno
2. Roy Ambar Irawan
3. Zainal Arifin
4. Muhammad Rizqon Febriansyah
5. Abu Umar Abdillah
6. Bigar Muhammad Bestedo
7. Sukirno

Kemudian pada tahun 2018, Mengangkat murid angkatan ke - 2 yang diberi nama TURKIYO

1. Alan Pratama
2. Heri Yuliono Budiarto
3. Wiwit Sunarto
4. Hadi Supriyatna
5. Rahmatullah
6. Dimas Novemby
7. Handaru Tri Mulyono

Pada tahun 2019, Mengangkat murid generasi ke - 3 yang diberi nama NASERAN

1. Muhammad Faris Danar
2. Widarwanto
3. Daeng Syamsudin Umar
4. Agil Santosa
5. Herbakti Nurcahya
6. Okky Herdanata
7. Nur Rahman Ahmad Seno Aji
8. Muflih
9. Yoga Adi Prihantaka
10. Wahyu Lulianto
11. Dody Wibowo Putro
12. Imam Santoso
13. Adi Bayu Nugroho
14. Jery Kurniawan
15. Agus Sunarso
16. Rohmadi (Rohmad Gasrut rahimahullah)

Generasi ke - 4 adalah grup takhosus atlit dan official dari KPBI yang akan bertanding dalam event dalam dan luar negeri yang diberi nama PINILIH

Rencana awal terdiri dari :

1. Muhammad Yahya Ayyash
2. Kharisma Zanky
3. Arsa Wening Arrosyad
4. Ari Puji Waluyo
5. Fuji Setyawan
6. Gustiana Ranu Hidayat
7. Najib Hardika

Karena pandemi COVID-19 dan hal - hal lain pembentukan grup pinilih ini pada akhirnya tidak terealisasikan

12/05/2026

Autobiografi singkat Guru Besar Furusiyah Mataram ; 𝘈ð˜Ū𝘊ð˜ģ 𝘚𝘊𝘭ð˜Ēð˜Đ, 𝗕.𝗠 𝗛ð—Ūð—ąð—ķ ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—Ū yang mewarisi dan melanjutkan tradisi keilmuan kesatriaan Mataram.

Backsound menggunakan 𝘚ð˜Ķ𝘎ð˜Ēð˜ģ 𝘒𝘊ð˜Ĩð˜ķð˜Ŋð˜Ļ 𝘚ð˜ķð˜ģ𝘚ð˜Ķð˜Ŋð˜Ļ𝘭ð˜Ēð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ yang dilantunkan oleh Budayawan senior asal Magelang sekaligus pimpinan dari 𝘗ð˜Ēð˜Ĩð˜Ķð˜ąð˜°ð˜Žð˜Ēð˜Ŋ ð˜Šð˜Šð˜ąð˜ĩð˜Ē 𝘉ð˜ķð˜Ĩð˜Ē𝘚ð˜Ē ; 𝗘𝘆ð—Ūð—ŧð—ī ð—Ķð—ķ𝘁ð—ŋð—Ū𝘀 𝗔ð—ŧ𝗷ð—ķð—đð—ķð—ŧ

10/05/2026

⚔ïļ ð—–ð—Ū𝘁𝘂ð—ŋ 𝗕ð—ŋð—Ū𝗷ð—Ū ðŸ›Ąïļ

Ini adalah teknik khas dari 𝗞ð—ķ𝘁ð—Ūð—Ŋ 𝗕ð—Ūð—ĩð˜‚ð˜†ð˜‚ð—ąð—ĩð—Ū ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—ēð—ŧð—īð—đð—Ūð—īð—Ū

Teknik ini menunjukkan pemakaian empat jenis senjata dalam satu waktu :

- Pedang Syamsir
- Anak Panah
- Tameng
- Busur

Keempat senjata digantung pada sabuk khusus yang disebut "𝗖ð—Ūð—ŧ𝘁ð—ĩð—ē𝗚ð—Ūð—ŧ" dengan urutan tata letak dan cara pemasangan tertentu seperti ð˜īð˜Ēð˜Ĩð˜Ē𝘎 ð˜Ģð˜ķð˜īð˜ķð˜ģ dan pedang syamsir di pinggang kiri, Sedangkan di pinggang kanan dipasang ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ļð˜Ēð˜ģ (quiver) dan tameng

Teknik ini harus dilatih sampai mahir 𝘰ð˜Ŋ ð˜Ļð˜ģ𝘰ð˜ķð˜Ŋð˜Ĩ (di darat) terlebih dahulu sebelum dilakukan ð˜Đ𝘰ð˜ģð˜īð˜Ķð˜Ģð˜Ēð˜Ī𝘎 (diatas kuda)

Dalam video ini ditampilkan sosok 𝗕.𝗠 𝗛ð—Ūð—ąð—ķ ð—Ķ𝘂ð—ŋ𝘆ð—Ū sang pewaris keilmuan Furusiyyah Mataram

06/05/2026

Dalam khazanah kesatriaan Mataram Islam, atau kesatriaan Jawa secara luas, Tombak dikategorikan sebagai ð—Ĩð—Ū𝗷ð—Ū𝘃ð—Ū𝗷ð—ŋð—Ū atau '𝘙ð˜Ēð˜Ŧð˜Ēð˜Ŋ𝘚ð˜Ē 𝘚ð˜Ķð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜ĩð˜Ē'

Sepanjang abad 15 - 19, kebanyakan laki - laki dewasa di Jawa terlatih menggunakan tombak tiga meter (Panurung) dan cakap menggunakannya dalam berburu harimau

Apa yang paling ditakuti pasukan Belanda dari Laskar Jawa? Mayor Francois Ridder De Stuers, Ajudan sekaligus menantu Jenderal Hendrik Merkus De K**k sang Panglima Perang Jawa mencatat dalam memoarnya ;

𝗧ð—Ē𝗠𝗕𝗔𝗞

"𝘔ð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋ𝘚ð˜Ķð˜ģð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ 𝘎ð˜Ē𝘷ð˜Ē𝘭ð˜Ķð˜ģ𝘊 𝘎𝘊ð˜ĩð˜Ē ð˜Ĩð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ ð˜ĩ𝘰ð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘎 - ð˜ĩ𝘰ð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘎 ð˜ąð˜Ēð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ŋ𝘚ð˜Ē. 𝘎ð˜Ķð˜ģð˜Ē𝘎ð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ģð˜Ķð˜Ļ𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜Ūð˜Ēð˜Ŋð˜ĩð˜Ēð˜ą ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜ĩð˜Ķð˜ģð˜ĩð˜Ēð˜ĩð˜Ē. 𝘛𝘰ð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘎ð˜Ŋ𝘚ð˜Ē ð˜Ĩ𝘊ð˜Đð˜Ēð˜Ŋð˜ĩð˜Ēð˜Ū𝘎ð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķ 𝘭ð˜Ķð˜Đð˜Ķð˜ģ 𝘎ð˜ķð˜Ĩð˜Ē ð˜ąð˜Ēð˜ģð˜Ē ð˜ąð˜Ķð˜ģð˜ļ𝘊ð˜ģð˜Ē 𝘎𝘊ð˜ĩð˜Ē ð˜īð˜Ķð˜Đ𝘊ð˜Ŋð˜Ļð˜Ļð˜Ē ð˜Đð˜Ķð˜ļð˜Ēð˜Ŋ 𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜ĩð˜Ķð˜ģ𝘎ð˜Ķð˜Ŧð˜ķð˜ĩ. 𝘒ð˜Ķð˜ĩ𝘊𝘎ð˜Ē 𝘎ð˜ķð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ𝘚ð˜Ē ð˜Ģð˜Ķð˜ģð˜Ŧ𝘊ð˜Ŋð˜Ļ𝘎ð˜ģð˜Ē𝘎 ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ𝘎ð˜Ēð˜ĩ 𝘎ð˜Ē𝘎𝘊 ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜ąð˜Ķð˜Ŋð˜ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ļð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ŋ𝘚ð˜Ē 𝘎ð˜Ķð˜Đ𝘊𝘭ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķð˜Ŋð˜Ĩð˜Ē𝘭𝘊, ð˜Ĩð˜Ēð˜Ĩð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ŧð˜Ēð˜Ĩ𝘊 ð˜īð˜Ēð˜īð˜Ēð˜ģð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ķð˜Ūð˜ąð˜ķ𝘎 ð˜Đð˜ķð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜Ūð˜Ēð˜Ŋ ð˜ĩ𝘰ð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘎 𝘊ð˜ĩð˜ķ. 𝘚ð˜Ēð˜Ēð˜ĩ ð˜ĩð˜Ķ𝘭ð˜Ēð˜Đ ð˜ĩð˜Ķð˜ģð˜Ŧð˜Ēð˜Ĩ𝘊 𝘧ð˜Ēð˜īð˜Ķ ð˜ąð˜Ķð˜ģð˜ĩð˜Ķð˜Ūð˜ąð˜ķð˜ģð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ŧð˜Ēð˜ģð˜Ē𝘎 ð˜Ĩð˜Ķ𝘎ð˜Ēð˜ĩ, 𝘰ð˜ģð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ-𝘰ð˜ģð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ 𝘑ð˜Ēð˜ļð˜Ē 𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜ķð˜Ŋð˜Ĩð˜ķ𝘎𝘎ð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķð˜ąð˜Ē𝘭ð˜Ē, ð˜Ģð˜Ķð˜ģð˜Ļð˜Ķð˜ģð˜Ē𝘎 ð˜īð˜Ķð˜ąð˜Ķð˜ģð˜ĩ𝘊 𝘎ð˜Ķð˜īð˜Ķð˜ĩð˜Ēð˜Ŋð˜Ēð˜Ŋ, ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ĩð˜Ēð˜ģ𝘊 ð˜Ūð˜ķ𝘭ð˜ķð˜ĩ ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜ĩð˜Ķð˜ģð˜Ĩð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜ģ ð˜ąð˜Ķ𝘎𝘊𝘎 ð˜Ŋ𝘚ð˜Ēð˜ģ𝘊ð˜Ŋð˜Ļ 𝘚ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ķð˜ģ𝘊𝘎ð˜Ēð˜Ŋ. 𝘔ð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ķð˜ģ𝘊ð˜Ē𝘎𝘎ð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķð˜Ģð˜Ķð˜īð˜Ēð˜ģð˜Ēð˜Ŋ 𝘚ð˜Ķð˜īð˜Ķð˜Ūð˜Ģð˜Ēð˜Đð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ĩð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ ð˜īð˜ķð˜Ēð˜ģð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ļ𝘊ð˜ģ𝘊ð˜ī ð˜Đð˜Ēð˜ĩ𝘊."

"𝘚ð˜Ķð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜ĩð˜Ēð˜ģð˜Ē 𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜ģð˜Ē𝘎𝘚ð˜Ēð˜ĩ ð˜Ĩð˜Ķð˜īð˜Ē - ð˜Ĩð˜Ķð˜īð˜Ē, ð˜ąð˜Ēð˜ģð˜Ē ð˜ąð˜Ķð˜ĩð˜Ēð˜Ŋ𝘊 ð˜Ū𝘊ð˜ī𝘎𝘊ð˜Ŋ, ð˜ĩð˜ķð˜ģð˜ķð˜ĩ ð˜īð˜Ķð˜ģð˜ĩð˜Ē ð˜Ĩð˜Ē𝘭ð˜Ēð˜Ū ð˜Ūð˜Ķ𝘭ð˜Ēð˜ļð˜Ēð˜Ŋ 𝘎𝘊ð˜ĩð˜Ē ð˜Ĩð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķð˜ģ𝘊ð˜ī - 𝘎ð˜Ķð˜ģ𝘊ð˜ī ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē. 𝘚ð˜Ķð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜ĩð˜Ē ð˜īð˜Ķð˜Đð˜Ēð˜ģ𝘊 - ð˜Đð˜Ēð˜ģ𝘊 𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜Ĩ𝘊𝘊𝘎ð˜Ēð˜ĩ ð˜Ĩ𝘊 ð˜ķð˜Ŧð˜ķð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ģð˜Ēð˜Ūð˜Ģð˜ķ ð˜Ēð˜ĩð˜Ēð˜ķ ð˜Ļð˜Ē𝘭ð˜Ēð˜Đ 𝘎ð˜Ē𝘚ð˜ķ, 𝘭ð˜Ē𝘭ð˜ķ ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ģð˜Ķð˜ģð˜Ļð˜Ēð˜Ģð˜ķð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋ𝘚ð˜Ķð˜ģð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ļð˜Ķð˜ģð˜Ē𝘎 ð˜Ūð˜ķð˜Ŋð˜Ĩð˜ķð˜ģ ð˜ąð˜Ēð˜īð˜ķ𝘎ð˜Ēð˜Ŋ 𝘎𝘊ð˜ĩð˜Ē 𝘚ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ģ𝘊ð˜Ēð˜īð˜Ēð˜Ŋ𝘚ð˜Ē ð˜īð˜ķð˜Ĩð˜Ēð˜Đ ð˜Ĩð˜Ē𝘭ð˜Ēð˜Ū 𝘎ð˜Ķð˜Ēð˜Ĩð˜Ēð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ēð˜Īð˜Ēð˜ķ."

"𝘋ð˜Ķð˜Ŋð˜Ļð˜Ēð˜Ŋ ð˜ĩ𝘰ð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘎 - 𝘎ð˜Ķð˜ģ𝘊ð˜ī 𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ŧð˜Ēð˜ĩð˜ķð˜Đ𝘎ð˜Ēð˜Ŋ ð˜ąð˜Ēð˜ģð˜Ē 𝘎ð˜Ē𝘷ð˜Ē𝘭ð˜Ķð˜ģ𝘊 𝘎𝘊ð˜ĩð˜Ē ð˜Ĩð˜Ēð˜ģ𝘊 𝘎ð˜ķð˜Ĩð˜Ē ð˜īð˜Ķð˜Ģð˜Ķ𝘭ð˜ķð˜Ū ð˜īð˜Ķð˜Ūð˜ąð˜Ēð˜ĩ ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋð˜Ļ𝘊ð˜ī𝘊 ð˜ķ𝘭ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ģð˜Ķð˜Ĩ𝘊𝘭ð˜Ŋ𝘚ð˜Ē, 𝘭ð˜Ē𝘭ð˜ķ ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē ð˜Ūð˜Ķð˜Ūð˜Ģð˜Ēð˜Ŋð˜ĩð˜Ē𝘊ð˜Ŋ𝘚ð˜Ē ð˜ģð˜Ēð˜Ūð˜Ē𝘊 - ð˜ģð˜Ēð˜Ūð˜Ē𝘊. 𝘉ð˜Ķð˜Ļ𝘊ð˜ĩð˜ķ ð˜īð˜Ķ𝘭ð˜Ķð˜īð˜Ē𝘊, ð˜Ūð˜Ķð˜ģð˜Ķ𝘎ð˜Ē 𝘭ð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜īð˜ķð˜Ŋð˜Ļ ð˜Ūð˜Ķ𝘭ð˜Ķð˜ąð˜Ēð˜ī 𝘎ð˜Ķð˜ģ𝘊ð˜ī ð˜Ĩð˜Ēð˜ģ𝘊 ð˜Ļð˜Ēð˜Ļð˜Ēð˜Ŋð˜Ļð˜Ŋ𝘚ð˜Ē, ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋ𝘚ð˜Ēð˜ģð˜ķð˜Ŋð˜Ļ𝘎ð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜Ūð˜Ķð˜Ŋ𝘚ð˜Ķð˜Ūð˜Ģð˜ķð˜Ŋ𝘚𝘊𝘎ð˜Ēð˜Ŋð˜Ŋ𝘚ð˜Ē ð˜Ĩ𝘊 ð˜Ģð˜Ē𝘭𝘊𝘎 ð˜Ģð˜Ēð˜Ŧð˜ķ ð˜Ĩð˜Ēð˜Ŋ ð˜Īð˜Ķ𝘭ð˜Ēð˜Ŋð˜Ē 𝘎ð˜Ķð˜Ūð˜ķð˜Ĩ𝘊ð˜Ēð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķð˜Ūð˜Ģð˜Ē𝘭𝘊 ð˜ĩð˜ķð˜ģð˜ķð˜Ŋ 𝘎ð˜Ķ 𝘎ð˜Ķð˜Ģð˜ķð˜Ŋ ð˜Ēð˜ĩð˜Ēð˜ķ ð˜īð˜Ēð˜ļð˜Ēð˜Đ ð˜īð˜Ķð˜Ģð˜Ēð˜Ļð˜Ē𝘊 ð˜ąð˜Ķð˜ĩð˜Ēð˜Ŋ𝘊 ð˜Ģ𝘊ð˜Ēð˜īð˜Ē ð˜īð˜Ķ𝘰𝘭ð˜Ēð˜Đ ð˜ĩð˜Ē𝘎 ð˜ĩð˜Ķð˜ģð˜Ŧð˜Ēð˜Ĩ𝘊 ð˜Ēð˜ąð˜Ē - Ð°Ņ€Ð°."

Tombak juga merupakan senjata yang dikenal hampir di seluruh dunia. Berbagai kebudayaan di semua benua mengenal tombak sebagai senjata yang efektif di dalam pertempuran. Persebaran tombak di seluruh Nusantara juga relatif merata, bahkan di daerah yang tidak mengenal keris. Tangguhnya sangat luas, tak hanya meliputi kerajaan - kerajaan yang ada di Jawa ataupun Alam Melayu.

Referensi sumber penulisan :

Ustadz Salim A. Fillah
https://www.facebook.com/share/p/18JVsd8Asw/

04/05/2026

⚔ïļ Gladhi Mitran ðŸĪš

Di HMMA pedang dan tameng dummy digunakan untuk belajar keilmuan berpedang khas Mataram.

Kegiatan ini dilakukan berpasangan dengan mitra yang bertujuan melatih refleks, mental, keberanian dan skill berpedang para murid

Bahuyuda Suryenglaga adalah kitab manual militer klasik yang dimiliki secara turun temurun di dalem suryenglagan. Di zam...
03/05/2026

Bahuyuda Suryenglaga adalah kitab manual militer klasik yang dimiliki secara turun temurun di dalem suryenglagan. Di zaman dahulu kitab Bahuyuda Suryenglaga diajarkan secara rahasia dan turun temurun. Pada generasi eyang Canggah Kasan Kasmin. Ilmu tersebut mulai ditulis dan diajarkan di padepokan Suryengalam di lereng gunung merapi. Setelah erupsi gunung merapi tahun 1930, Eyang buyut Reksawijaya meneruskan mendirikan padepokan Suryengalam II. Kemudian eyang Niti Bugis meneruskan dan berguru kepada eyang Yasa Sudarma dari padepokan Cipta Budaya.

Berdasarkan musyawarah dan istikharah para guru, Mereka mengangkat cucu eyang Niti Bugis untuk di kemudian hari mendirikan padepokan dan yayasan yang mengajarkan ilmu militer tradisional mataraman yang di kuasai oleh keluarganya turun temurun.

Pada tahun 2022 sebagaimana keinginan sesepuh kami mendirikan yayasan Al Furusiyah Al Mataramiyah Kasatriyan Dalem Suryenglagan.

Di bawah yayasan tersebut ada divisi pendidikan yang mengajarkan ilmu - ilmu furusiyah (ilmu kemiliteran klasik) yang konon dipakai oleh Pangeran Suryenglaga I ketika membantu kakaknya pangeran Diponegoro yang berperang melawan Belanda pada masa perang Jawa tahun 1825 - 1830.

Manual militer furusiyah tersebut oleh generasi setelahnya dibakukan dan di bukukan menjadi 7 (tujuh) tingkatan :

1. Rani Vajra (ratunya senjata jarak jauh, di era klasik berupa busur, panah dan senapan api / flintlock)

2. Cakra Vajra (senjata lontar jarak menengah di zaman klasik berupa tombak lempar, bandring dan sebagainya)

3. Raja Vajra (rajanya senjata di era klasik ialah segala macam jenis tombak)

4. Satriya Vajra (senjata jarak sedang yang di pegang tangan kanan di era klasik ialah segala macam jenis pedang)

5. Satriyani Vajra (senjata jarak sedang yang dipegang tangan kiri, segala macam jenis perisai dan baju besi)

6. Bangga Vajra (senjata tikam jarak pendek, Di era klasik bisa berwujud keris, sangkuh, cengkrong, cundrik dan lain - lain)

7. Nakha Vajra (senjata kuku dan tangan kosong)

Address

Kasatriyan Dalem Suryenglagan
Muntilan
56482

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HMMA Bahuyudha Suryenglaga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share