30/05/2026
๐ PERNYATAAN DAISUKE SATO TERKAIT SANKSI FIFA UNTUK PERSIB BANDUNG
Saya ingin memberikan klarifikasi terkait berbagai diskusi mengenai larangan registrasi pemain (registration ban) dari FIFA yang dijatuhkan kepada Persib Bandung.
Masalah ini bukanlah akibat dari laporan baru atau tindakan terbaru yang saya lakukan. Kasus ini berkaitan dengan sengketa kontrak antara saya dan Persib Bandung setelah kontrak saya berakhir pada tahun 2023.
Sejak awal, saya berusaha menyelesaikan situasi ini secara profesional melalui jalur yang semestinya. Namun, karena cara penanganan situasi kontrak saya saat itu dan kondisi yang saya hadapi, saya merasa tidak memiliki pilihan lain selain memperjuangkan hak-hak saya melalui proses hukum.
Kasus ini kemudian diperiksa oleh lembaga sepak bola dan hukum yang berwenang. Persib Bandung memilih untuk menggugat dan menempuh seluruh prosedur yang tersedia. Setelah seluruh proses selesai, keputusan yang dihasilkan menguatkan posisi saya.
Persib juga sempat meminta agar keputusan tersebut tidak dipublikasikan dengan menyebut nama pemain maupun klub, dengan alasan menjaga kehormatan dan reputasi. Saya menolak permintaan tersebut karena kami percaya bahwa perkara ini seharusnya disampaikan secara transparan.
Dengan demikian, larangan registrasi pemain dari FIFA yang berlaku saat ini bukan terjadi karena saya baru melaporkan klub sekarang. Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari belum dipatuhinya keputusan akhir dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Saya juga ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki masalah dengan para pendukung Persib, maupun dengan Persib sebagai institusi. Saya selalu menghormati Persib, sejarahnya, rekan-rekan setim saya, serta sepak bola Indonesia. Proses ini tidak pernah bersifat pribadi dan tidak pernah dimaksudkan untuk merugikan klub ataupun suporternya. Tujuan saya semata-mata adalah melindungi hak profesional saya dan memastikan keputusan yang telah ditetapkan dihormati.