14/01/2026
Menurut kami, pria ini terlalu sering diremehkan.
Banyak orang menyebutnya hanya āberuntungā lah atau āmiskin taktikā lah, seolah-olah trofi datang sendiri tanpa strategi, disiplin, dan kerja keras.
Musim lalu, ketika ia meninggalkan Real Madrid, ia pergi dengan pencapaian:
⢠Peringkat 2 La Liga
⢠Finalis Copa del Rey
⢠Finalis Piala Super Spanyol
⢠Juara Piala Super UEFA
⢠Juara Piala Interkontinental
Itu musim yang luar biasa.
Tetapi Real Madrid tidak seperti klub lain, standarnya hampir tidak manusiawi.
Dan Presiden Florentino PƩrez merasa semua itu masih belum cukup.
Lalu datanglah Xabi Alonso.
Pelatih muda penuh hype, dielu-elukan sebagai jenius generasi baru.
Namun kenyataan di lapangan jauh lebih brutal dibandingkan teori.
Kami bahkan mendengar bahwa ia tidak dihormati dalam sesi latihan.
Pemain bintang santai-santai, hanya berjalan-jalan tanpa intensitas.
Ada yang datang di menit terakhir lalu langsung pergi begitu latihan selesai.
Dan, lebih menyedihkan lagi, ia, asistennya, serta pelatih fisiknya harus terus-menerus mengingatkan pemain untuk melakukan gym, pressing, dan latihan taktik.
Pada akhirnya, tekanan yang tak berujung dan situasi ruang ganti itu membuatnya hanya bertahan 7 bulan, tepat nya 7 bulan 12 hari.
Menurut kami, momen ini membuka mata banyak orang.
Melatih Real Madrid adalah tentang mengelola ego, menjaga harmoni, dan memimpin pemain bintang yang sulit diarahkan, bahkan oleh pelatih muda yang dipuji seluruh dunia.
Dan di situlah rasa hormat kami semakin menguat kepada pria ini.
Para pemain rela berkorban untuknya, bahkan jika ada pemain yang rela menyuntikkkan pereda rasa sakit untuk tetap bermain, itu karena beliau.
Ia adalah seorang pemimpin, figur ayah, manajer emosi, dan pendamai di ruang ganti paling menuntut di planet ini.
Lebih banyak orang seharusnya meminta maaf kepada pria di foto ini.
Dia adalah Don Carlo Ancelotti. š«”