23/08/2026
Kisah Éric Abidal dan Tito Vilanova tetap menjadi salah satu babak paling emosional dalam sejarah sepak bola modern, mewujudkan pertarungan yang melampaui olahraga itu sendiri. Pada Maret 2011, bek Barcelona Éric Abidal didiagnosis menderita tumor hati; secara ajaib, ia kembali hanya beberapa minggu kemudian untuk bermain penuh 90 menit di final Liga Champions, sebuah kemenangan yang menjadi legendaris ketika kapten Carles Puyol menyerahkan ban kapten kepadanya untuk mengangkat trofi terlebih dahulu. Namun, perjuangan Abidal belum berakhir, dan ia membutuhkan transplantasi hati setahun kemudian.
Selama periode melelahkan yang sama, asisten pelatih Tito Vilanova—yang menggantikan Pep Guardiola sebagai manajer pada tahun 2012—sedang berjuang melawan kanker tenggorokan.
Meskipun menjalani perawatan yang melelahkan, kedua pria tersebut menunjukkan ketahanan yang luar biasa, saling mendukung satu sama lain sambil membawa Barcelona meraih gelar La Liga bersejarah dengan 100 poin pada tahun 2013. Simbol utama keberanian mereka bersama terlihat saat perayaan trofi, ketika Puyol menarik Abidal dan Vilanova ke depan podium, membiarkan mereka mengangkat trofi bersama-sama—sebuah penghormatan yang kuat kepada dua pria yang telah berjuang untuk hidup mereka dan menang. Tragisnya, sementara Abidal pulih sepenuhnya dan melanjutkan kariernya, Vilanova meninggal dunia pada tahun 2014, tetapi warisan keberanian dan persaudaraan mereka yang saling terkait tetap terukir selamanya dalam jiwa klub.